Dark/Light Mode

Masker Bedah Lebih Melindungi

Pemerintah Prancis Minta Warganya Tinggalkan Masker Kain

Jumat, 22 Januari 2021 21:40 WIB
Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran (Foto: Net)
Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran merekomendasikan warganya untuk mengenakan masker bedah di tempat umum. Sebab, masker tersebut memberikan perlindungan lebih terhadap penyebaran Covid-19, ketimbang masker kain. Apalagi, varian baru Covid yang menjadi ancaman dunia, lebih mudah menular.

Sejauh ini, Prancis memang telah merekomendasikan penggunaan masker di ruang publik. Namun, belum memberikan rekomendasi jenis masker yang tepat untuk digunakan.

Baca Juga : PUPR Targetkan Triwulan I Bisa Serap 20 Persen Anggaran

"Saya merekomendasikan warga Prancis, untuk tidak lagi mengenakan masker kain," kata Veran kepada Stasiun TV Prancis TF1, seperti dikutip Reuters, Kamis (21/1).

Veran menambahkan, pembatasan di wilayah resor ski yang menjadi hotspot penyebaran virus di awal pandemi, belum dapat dicabut pada bulan depan. Padahal biasanya, resor ski buka pada libur sekolah Februari.

Baca Juga : Dukung Pemerintah, Pelindo III Ajak Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesen

"Pemerintah tidak dapat melonggarkan pembatasan, bila penularan virus masih merajalela. Kami bisa saja mengambil langkah yang lebih tegas di musim gugur ini. Kalau perlu, lockdown," tegas Veran.

Sejak pandemi berjangkit, Prancis telah mencatat lebih dari 71 ribu angka kematian. Menurut data Reuters, jumlah kasus positif Covid di Prancis saat ini ada di angka 35 persen dari puncak kasus. Di bawah Inggris, yang mencapai 70 persen.

Baca Juga : Terima Tinton Soeprapto, Bamsoet Tegaskan IMI Siap Gelar Kejurnas Balap Motor Bebek

Saat ini, pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di seantero Prancis masih berlangsung. Toko-toko non esensial pun masih diperkenankan beroperasi. Namun dalam beberapa hari terakhir, pejabat Kesehatan Masyarakat Prancis mengatakan, pihaknya telah mendeteksi lonjakan tingkat penularan Covid-19. Mereka juga mengkhawatirkan varian baru Covid, yang daya tularnya lebih cepat. [HES]