Dark/Light Mode

Urus Vaksin, Retno dan Erick Terbang ke Inggris dan Swiss

Senin, 12 Oktober 2020 16:48 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Foto: Twitter @Menlu_RI)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Foto: Twitter @Menlu_RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir bertolak ke Swiss dan Inggris pada hari ini, Senin (12/10).

Kedua menteri tersebut akan meneguhkan komitmen vaksin virus Corona dari Inggris dan Swiss.

"Sebentar lagi, bersama dengan Menteri BUMN dan tim Kementerian Kesehatan, saya akan berangkat menuju ke London, Inggris dan kemudian dilanjutkan ke Bern dan Jenewa Swiss. Kami akan mengamankan komitmen sumber lain, untuk vaksin Covid-19 dalam kerja sama vaksin bilateral," jelas Retno dalam konferensi pers virtual, Senin (12/10).

Berita Terkait : Menlu Retno Bahas Umrah, Saudi Respons Positif

Di Swiss dan Inggris, kedua menteri akan bertemu Menlu Inggris dan Wapres Swiss. Lawatan ke Inggris dan Swiss, adalah rangkaian kunjungan luar negeri Retno dan Erick kedua dalam rangka mengamankan vaksin.

Sebelumnya, pada Agustus 2020, Retno dan Erick berkunjung ke China dan Uni Emirat Arab untuk mengamankan ketersediaan vaksin corona bagi Indonesia.

Dengan Inggris yang merupakan produsen vaksin AstraZeneca, Indonesia akan mendapatkan 100 juta dosis vaksin.

Berita Terkait : Xi Jinping Dan PM Jepang Akur Di Telepon

Uang muka pengadaan vaksin sebesar 50 persen, akan dibayar Indonesia pada akhir Oktober ini.

Sedang Swiss merupakan kantor pusat WHO dan GAVI (Global Alliance for Vaccine and Immunization), yang akan membagikan vaksin dengan skema COVAX Facility.

Dalam keterangan pers pada Rabu (16/9), Retno menyebut, Indonesia akan memperoleh vaksin 20 persen dari jumlah penduduk. Skema ini juga mencakup bantuan keringanan finansial melalui mekanisme Official Development Assistance (ODA/Bantuan Pembangunan Resmi).

Berita Terkait : Mardani: Erick Sukses Lakukan Banyak Transformasi dan Efisiensi

"Indonesia terus berkomunikasi secara intensif dengan GAVI. Termasuk dalam kaitan waktu ketersediaan vaksin, harga dan sebagainya," ujar Retno. [HES]