Dark/Light Mode

Caracas Menjelma Jadi Kota Mati

Kamis, 4 April 2019 13:31 WIB
Salah satu sudut di kawasan perbelanjaan Caracas, ibu kota Venezuela. (Foto AP)
Salah satu sudut di kawasan perbelanjaan Caracas, ibu kota Venezuela. (Foto AP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketika matahari terbenam di ibu kota Venezuela di Caracas, kota metropolis itu bagai kota mati. Banyak lampu jalan tidak berfungsi. Warga menghindari keluar dari rumah karena mengkhawatirkan sejumlah tindak kriminal. Atau bisa jadi karena nggak punya duit. Begitulah sekarang kondisi negara kayak minyak itu. Perekonomian mereka runtuh.

Billboard tanpa iklan di jalan tol tanpa macet di Caracas terasa mencekam menjelang malam. (Foto AP)

Demikianlah wartawan Associated Press,  Natacha Pisarenko dari hasil fotonya memperlihatkan kondisi negeri yang morat-marit itu. Kondisi itu diperkeruh pertarungan politik antara Presiden Nicolas Maduro dan pemimpin oposisi Juan Guaido. Ia telah mengumunkan diri sebagai presiden.

Baca Juga : Kemenperin : Impor Bahan Baku Industri Perhiasan Jangan Kena Bea Masuk

Pemadaman listrik massal tak dapat dihindari telah memperburuk situasi negeri. Bahkan di bawah terang matahari, billboard berdiri gagah di jalanan tanpa melakukan promosi. Kerangka mereka makin dingin dalam ketelanjangan setelah sekian lama angin merobek iklan lama.

Perempuan melewati pertokoan yang sepi di Caracas kala pagi. Beberapa membiarkan lampu menyala tapi tokonya tutup. (Foto AP)

Banyak toko-toko tutup diberi rantai. Seringkali hanya satu yang buka menunggu pelanggan yang tak kunjung datang. Yang lain tutup lebih awal, seperti salon kecantikan. Beberapa kliennya harus memilih antara keindahan potongan rambut atau membeli makanan.

Warga yang susah dapat uang tunai, membuat trotoar menjadi toko. Jualannya barang-barang bekas.

Baca Juga : Perangi Pencucian Uang, BI Gandeng Bank Thailand

Lingkungan La Mercedes di Caracas, yang terkenal dengan pusat perbelanjaan dan kehidupan malamnya yang mewah, juga tak selamat. Banyak pub dan restoran mewahnya tidak memiliki pelayan dan pelanggan. Bangunan tinggi belum selesai. Telah lama ditinggal para pekerja. Jendela-jendelanya ditutupi kardus. Warga mencari uang tunai mengubah petak-petak trotoar menjadi toko dadakan mereka, meletakkan sepatu tua atau baju bekas sebagai barang dagangan. Orang kelaparan memeriksa sampah rumah tangga. Memilih apa saja yang bisa mereka gunakan atau makan.

Ganti caption ini ...

Maduro menyalahkan lawan politik domestiknya dan sanksi ekonomi Amerika Serikat sebagai penyebab kondisi sedih itu. Menurut Maduro, langkah itu adalah bagian dari kudeta yang bertujuan menggulingkan pemerintahan sosialisnya. Sedangkan Guaido, menyalahkan kepemimpinan korup selama bertahun-tahun, kurangnya investasi dan kecerobohan negara, hanya bergantung pada produksi minyak. Semoga kehidupan mereka kembali membaik. [MEL]