Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
16 Negara Bagian Diminta Perketat Pembatasan
6.000 Pasien Diramal Masuk ICU Akhir Bulan Ini, Menkes Jerman Ketar-ketir
Jumat, 16 April 2021 01:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mendesak 16 negara bagian di wilayahnya, untuk segera memberlakukan pembatasan yang lebih ketat. Demi memperlambat gelombang ketiga Covid. Tak perlu menunggu sampai undang-undang nasional tentang aturan tersebut disahkan.
Desakan itu disampaikan pada Kamis (15/4), saat infeksi Covid-19 melonjak hingga 29.426 kasus.
Data Robert Koch Institute (RKI) menyebut, jumlah kasus harian terbesar sejak 8 Januari 2021 itu, mengatrol total kasus terkonfrmasi di Jerman menjadi 3.073.000. Sementara jumlah kasus kematian, naik 293 menjadi 79.381.
Baca juga : Besok, Tim Bulutangkis Indonesia Pulang Ke Tanah Air
"Belajar dari pengalaman di musim gugur lalu, kami tahu apa yang terjadi, jika kami tidak bertindak cepat," kata Spahn kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Kamis (15/4).
"Dokter memperkirakan sekitar 6.000 pasien akan berada dalam perawatan intensif (ICU) pada akhir bulan," imbuhnya.
Presiden RKI Lothar Wieler menggambarkan situasi di rumah sakit saat ini begitu dramatis. Dia meminta para politisi untuk mengambil tindakan, di tengah peliknya situasi gelombang ketiga infeksi.
Baca juga : Wamenkes Ketar-ketir
Saat ini, Jerman sedang bergulat melawan varian Covid-19. Lima bulan sebelum pemilihan nasional. Kaum konservatif Kanselir Angela Merkel diperkirakan akan menderita kerugian besar.
Frustrasi oleh kegagalan beberapa daerah untuk menerapkan pembatasan yang lebih ketat meskipun kasus meningkat, Merkel ingin parlemen memberikan pemerintah federal kekuasaan sementara untuk memberlakukan penguncian virus corona di daerah dengan infeksi tinggi.
Pada Kamis (15/4), Wakil Kanselir Jerman Olaf Scholz membela perubahan Undang-Undang Perlindungan Infeksi, yang mencakup jam malam setelah insiden virus selama 7 hari melebihi 100 per 100.000.
Baca juga : Tukang Ojek Menjerit-jerit, Makan Minta Ke Tetangga
"Tindakan yang telah dilakukan di banyak negara di seluruh dunia ini, terbukti mampu menurunkan tingkat insiden. Kita harus bergerak cepat melawan penyebaran virus," kata Scholz kepada stasiun TV ARD.
Sekitar 20 persen dari populasi Jerman, akan menerima vaksin Covid dosis pertama pada akhir April ini. Semua orang dewasa harus divaksin pada akhir musim panas.
Spahn memprediksi, Jerman butuh waktu hingga kuartal ketiga untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap Covid. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya