Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Korban Kudeta Myanmar Terus Berjatuhan
Lebih 800 Orang Tewas, 4.000 Orang Dipenjara
Rabu, 19 Mei 2021 05:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Korban kudeta di Myanmar terus berjatuhan. Lebih dari 800 orang tewas oleh pasukan keamanan Myanmar, sejak protes meletus di seluruh negeri setelah militer merebut kekuasaan lewat kudeta pada awal Februari lalu.
Seperti diketahui, Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih pemenang pemilu pimpinan Aung San Suu Kyi. Suu Kyi ditahan bersama dengan pejabat lainnya. Terutama yang berasal Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (National League for Democracy/NLD).
Baca juga : Korban Tewas Di Gaza Jadi 26, PM Netanyahu Terus Genjot Serangan
Militer telah merespons sejumlah aksi protes di kota-kota besar dan kecil dengan kekuatan mematikan. Di beberapa wilayah perbatasan, terjadi peningkatan eskalasi antara tentara dan pemberontak etnis dan pasukan milisi yang baru dibentuk.
Menurut kelompok Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), hingga Senin (17/5), 802 orang tewas akibat kekerasan yang dilakukan junta terhadap lawan-lawannya. “Ini jumlah yang diverifikasi AAPP. Jumlah kematian sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi,” pernyataan AAPP dikutip Reuters, kemarin.
Baca juga : BNPB: Jumlah Korban Gempa Malang Bertambah Jadi 7 Orang, 300 Rumah Rusak
Junta Myanmar tidak segera merespons laporan tersebut. Namun sebelumnya, mereka membantah jumlah warga sipil yang tewas. Sebaliknya mereka mengklaim, puluhan anggota pasukan keamanan juga tewas selama aksi protes. “Selain jumlah korban tewas, sebanyak 4.120 orang saat ini ditahan, termasuk 20 orang yang telah dijatuhi hukuman mati,” jelas AAPP.
Beberapa bentrok paling sengit sejak kudeta 1 Februari lau, dalam beberapa hari terakhir terjadi di Mindat, sekitar 100 km dari perbatasan India, di Negara Bagian Chin. Di tempat itu, militer Myanmar bertempur dengan milisi lokal. “Ribuan penduduk bersembunyi di hutan, desa dan lembah. Mereka melarikan diri dari serangan militer,” kata saksi mata.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya