Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Stop Kekerasan Di Palestina, Ini Pidato Pilu Menlu Retno Di Markas PBB
Kamis, 20 Mei 2021 23:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan pernyataan secara langsung dalam pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengenai Palestina yang digelar di markas PBB, New York, Amerika Serikat (AS).
Pidato Menlu disiarkan secara langsung di UNTV, Kamis (20/5/2021), pukul 10.00 waktu New York atau pukul 21.00 WIB. Dalam plenary meeting ke-67 yang merupakan bagian dari Sidang ke-75 Majelis Umum PBB itu, Retno menyampaikan, keamanan dan kesejahteraan umat manusia selalu menjadi prioritas nomor satu bagi Indonesia.

Meski isi pidatonya terdengar pilu, Mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu dengan tegas mendesak agar dihentikannya kekerasan kepada bangsa Palestina dan gencatan senjata, untuk menyelamatkan mereka yang tidak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak.
"Kita semua mengetahui konflik ini sifatnya asimetris antara Israel, sebagai penindas, yang menindas dan menjajah Palestina," ujar Menlu Retno dalam pertemuan yang diikuti 95 negara. Pada kesempatan itu, Retno menyampaikan pidato pada urutan ke-7 setelah Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi.
Baca juga : Soal Kasus Kematian Terkait AstraZeneca, Ini Penjelasan Komnas KIPI
"Penjajahan adalah masalah inti," sebut Menlu Retno, merujuk pada situasi yang dialami oleh Palestina ketika menghadapi kekerasan di Gaza dan insiden pengusiran warga di permukiman Sheikh Jarrah.
Dilanjutkannya, "Masyarakat internasional berhutang kepada bangsa Palestina sebuah kemerdekaan bangsa Palestina yang terus tertunda, untuk hidup berdampingan dan setara dengan kita semua,"
"Pendudukan dan agresi Israel yang terus berlangsung tidak hanya patut dikecam tetapi juga merupakan bentuk pelanggaran berat hukum internasional yang memerlukan aksi dari kita," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Retno juga menyampaikan kisah pilu anak Palestina berumur dua bulan yang selamat tapi keluarganya meninggal akibat reruntuhan rumahnya yang dihantam serangan udara Israel.
Baca juga : Kawal Aksi Solidaritas Palestina, Polda Metro Jaya Siagakan 1.141 Personel
"Saya yakin bahwa kita semua tersentuh ketika melihat gambar-gambar bayi berusia dua bulan yang terluka dan dikeluarkan dari reruntuhan saat keluarganya terbaring tanpa nyawa," tutur Retno.
"Satu pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri yaitu: berapa lama lagi kita akan membiarkan kejahatan tersebut berlangsung," lanjutnya.
Dilansir Anadolu Agency, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 227 warga Palestina tewas, termasuk 64 anak-anak dan 38 perempuan, serta 1.620 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di seluruh wilayah yang diblokade sejak 10 Mei. Sementara itu, 28 warga Palestina, termasuk 4 anak-anak, tewas di Tepi Barat akibat bentrokan dengan pasukan Israel.
PBB Kamis (20/5/2021) menggelar General Assembly Joint Debate di bawah agenda item 37 (The Situation in Middle East) dan 38 (The Question of Palestine) atau Pertemuan Majelis Umum PBB mengenai Palestina.
Baca juga : Israel Makin Ganas Menggempur Gaza
Retno pada Rabu (19/5/2021) waktu New York, melakukan pertemuan pertama dengan Presiden Majelis Umum ke-75 PBB, Volkan Bozkir, dilanjutkan pertemuan dengan Presiden DK PBB yaitu Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun.
“Pertemuan pertama dengan Presiden Majelis Umum ke-75 PBB di Markas PBB, Rabu. Kami membicarakan persiapan Debat Majelis Umum untuk Palestina, Kamis (20/5/2021), dan memperkuat peran perempuan dalam operasi pasukan perdamaian PBB,” tandasnya.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya