Dewan Pers

Dark/Light Mode

PT PAL Teken Perjanjian MRO Kapal Perang Dengan Perusahaan Swedia

Kamis, 27 Mei 2021 21:29 WIB
Dubes Kamapradipta Isnomo dan CEO BAE Systems Bofors AB berbincang-bincang dengan Presiden Direktur PT PAL Kaharuddin Djenod dan tim dalam pertemuan virtual. (Foto RM.id/KBRI Stockholm)
Dubes Kamapradipta Isnomo dan CEO BAE Systems Bofors AB berbincang-bincang dengan Presiden Direktur PT PAL Kaharuddin Djenod dan tim dalam pertemuan virtual. (Foto RM.id/KBRI Stockholm)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan galangan kapal Indonesia, PT PAL Indonesia menandatangani Teaming Agreement Maintenance, Repair and Overhaul (TA MRO) dengan BAE Systems Bofors AB, Kamis (27/5/2021).

Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Presiden Direktur PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod di Jakarta, dengan CEO BAE Systems Bofors AB, Lena Gillström, disaksikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Kamapradipta Isnomo di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Stockholm).

Implementasi TA MRO memberikan kemudahan akses bagi perbaikan dan perawatan (MRO) kapal perang dan kapal patroli Indonesia yang menggunakan teknologi Bofors tidak perlu lagi dilakukan di Swedia, melainkan dapat dilakukan PT PAL Indonesia.

Kerja sama MRO kedua perusahaan juga mengandung unsur transfer teknologi dan transfer pengetahuan. Yakni, experts dan engineers Bofors dan PT PAL akan bekerja sama dalam bidang MRO.

KBRI Stockholm mengawal secara intensif proses negosiasi TA MRO tersebut agar memenuhi peraturan nasional dan Bofors memiliki mitra kerja yang mengikat di Indonesia.

Berita Terkait : Presiden Minta Menteri Dan Kepala Daerah Jangan Tutupi Data

Inisiasi perjanjian diawali dari intensi Bofors AB pada akhir 2020 untuk memiliki perjanjian kerja sama/Teaming Agreement dengan PT PAL di bidang MRO.

Dubes Kamapradipta Isnomo dan CEO BAE Systems Bofors AB Lena Gillström di KBRI Stockholm)

Pada sambutannya saat menyaksikan penandatanganan TA MRO, Dubes Kamapradipta Isnomo menyampaikan, TA MRO ini berpotensi merintis kemajuan di bidang kerja sama pertahanan Indonesia dan Swedia.

"Format kerja sama seperti ini akan terus dikedepankan KBRI Stockholm dalam meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara,” kata Kama, demikian sapaan akrabnya.

CEO Bofors AB Lena Gillström menambahkan, "Penandatanganan ini merupakan suatu tonggak sejarah bagi Bofors AB dan Indonesia melalui PT.PAL dan dengan payung hukum ini kedua pihak dapat bekerja sama di bidang MRO.”

Hal senada juga disampaikan Presdir Kaharuddin Djenod. "Kerja sama ini diharapkan dapat membuat PT PAL lebih kompetitif dan bertaraf internasional,” harapnya.

Berita Terkait : Ajinomoto Perkenalkan Mie Instan YumYum Dengan Rasa Otentik Thailand

BAE Systems Bofors AB yang berlokasi di kota Karlskoga merupakan perusahaan alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) Swedia yang sahamnya dimiliki perusahaan alutsista multinasional BAE Systems.

Perusahaan alutsista multinasional BAE Systems merupakan salah satu perusahaan persenjataan terbesar di dunia, yang sahamnya dimiliki Inggris dan Amerika Serikat.

Perjanjian TA MRO ini akan menguntungkan pihak Indonesia. Sebab Indonesia mendapat kepercayaan melaksanakan kegiatan MRO di dalam negeri.

Kerja sama Indonesia dan Bofors telah berlangsung sejak 1959 melalui penandatanganan kontrak pembelian senjata. Dalam kurun waktu 1970-1990, perusahaan ini telah melakukan pengadaan sekitar 80 alutsista untuk Indonesia.

Pada 2019, Bofors memulai kontrak baru bekerja sama dengan PTPAL untuk KRI kelas KCR-60 untuk jenis senjata 57Mk3.

Berita Terkait : Dagang Dengan Guatemala, Indonesia Selalu Untung

”KBRI Stockholm siap melakukan penjajakan dan memfasilitasi kerja sama antara industri pertahanan Indonesia dan Swedia, baik matra laut, darat dan udara," tandas Dubes Kamapradipta. 

Hal ini sangat dimungkinkan mengingat RI-Swedia memiliki Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang telah diratifikasi kedua parlemen masing-masing negara.[MEL]