Dark/Light Mode

Global Times: Nuklir China Harus Siap Hadapi Amerika

Kamis, 3 Juni 2021 20:10 WIB
Rudal balistik antar benua berkemampuan nuklir DF-41 milik China, dalam  parade militer di Lapangan Tiananmen di Beijing. [Foto: Greg Baker / Agence France-Presse via Getty Images]
Rudal balistik antar benua berkemampuan nuklir DF-41 milik China, dalam parade militer di Lapangan Tiananmen di Beijing. [Foto: Greg Baker / Agence France-Presse via Getty Images]

 Sebelumnya 
Setidaknya hingga tahun lalu, China tercatat sebagai salah satu dari enam negara yang meningkatkan persenjataan nuklirnya. Menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute, China menambahkan 30 hulu ledaknya.

Baca juga : Temuan Artefak Hasil Konstruksi MRT Siap Dipamerkan

Lima negara lainnya adalah India, Inggris, Pakistan, Israel dan Korea Utara. Tetapi kelima negara ini menambah kurang dari 20 hulu ledak senjata nuklir. "China berada di tengah modernisasi dan perluasan arsenal yang signifikan, dan India dan Pakistan juga dianggap meningkatkan ukuran persenjataan nuklir mereka," tulis laporan tersebut.

Baca juga : Menaker Siap Hadapi Gelombang Balik Pekerja Migran

Meskipun enam negara ini telah meningkatkan jumlah hulu ledak nuklirnya, persediaan global justru terus menurun. Hal ini terutama karena pemilik dua gudang senjata terbesar yakni Rusia dan Amerika Serikat telah mengurangi jumlah hulu ledaknya.

Baca juga : Pemerintah Daerah Harus Sigap Tangani Arus Balik

"Pada saat yang sama, baik AS dan Rusia memiliki program yang luas dan mahal yang sedang berlangsung untuk mengganti dan memodernisasi hulu ledak nuklir mereka, sistem pengiriman rudal dan pesawat, dan fasilitas produksi senjata nuklir," lanjut laporan itu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.