Dark/Light Mode

Festival Film Australia-RI Digelar Online, Nonton Film Bioskop Kelas Atas Gratis Lho..

Jumat, 4 Juni 2021 17:14 WIB
Wakil Dubes Australia Allaster Cox
Wakil Dubes Australia Allaster Cox

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi global Covid-19 ternyata tidak melulu membawa kabar buruk. Para pecinta film se-Indonesia bisa menikmati film pilihan karya sineas Australia-Indonesia dalam Festival Sinema Australia Indonesia atau FSAI 2021, secara online. Di tahun keenam penyelenggaraannya, FSAI hadir pada 18-27 Juni bisa menjangkau penonton dari Sabang sampai Merauke.

"Untuk pertama kalinya, kami memberikan kesempatan kepada penikmat film Indonesia di Nusantara untuk mengakses film bioskop kelas atas Australia dan Indonesia secara gratis dan aman," ujar Wakil Duta Besar Australia Allaster Cox dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6/2021).

Tak hanya menonton, para pecinta film di Indonesia juga saling berinteraksi. Akan ada sejumlah seminar masterclass virtual yang meliputi animasi, promosi film, serta sinematografi dokumenter dan drone.

Baca Juga : Ingat, Jangan Coba-coba Buka Sekolah Jika Guru Dan Tendik Belum Divaksin

Sahabat FSAI 2021 sekaligus alumni Australia Marissa Anita akan bergabung dengan berbagai pakar film Australia untuk menampilkan sesi langsung dan interaktif ini.

“Kami sangat senang program penting ini dapat terus berlanjut meskipun adanya pandemi. Tahun ini para penonton bioskop dapat memperoleh berbagai wawasan nyata tentang keterampilan seni pembuatan film di seminar masterclass profesional kami,” ujar Cox.

“Dengan menyelenggarakan festival secara virtual, kami dapat memastikan jumlah penonton yang lebih besar dari sebelumnya," tuturnya.

Baca Juga : Antibodi Pasien Covid Bergejala Ringan Bisa Awet Setahun

Pilihan genre film pun beragam. Mulai dari komedi romantis, animasi, dokumenter hingga sejarah. Semuanya menyoroti sejarah, keragaman, dan kreativitas Australia.

FSAI dibuka dengan pemutaran perdana The Furnace, menyoroti kisah terlupakan penunggang unta 'Ghan' Australia dari Afghanistan, Persia serta India.

Festival ini juga akan menampilkan banyak pemandangan menakjubkan pantai Barat Daya Australia dalam Jaimen Hudson: From Sky to Sea, film dokumenter inspiratif yang mengikuti perjalanan eksplorasi fotografis pria yang berasal dari Esperance, Australia, Jaimen Hudson, tentang lautan jernih Australia, dan kisah mengatasi berbagai tantangan untuk mengejar mimpinya.

Baca Juga : Data Ekonomi AS Bikin Rupiah Klepek-klepek

Seperti biasa, Festival Sinema Australia Indonesia akan menyoroti kedekatan hubungan Australia dan Indonesia dalam perfilman. Menampilkan film-film terkemuka oleh alumni Australia Indonesia, termasuk saga seni bela diri yang terkenal, Pendekar Tongkat Emas, dan komedi romantis yang menyenangkan, Milly & Mamet.

"FSAI bukan hanya kesempatan untuk sekedar menonton film. Festival ini juga menjadi kesempatan bagi industri film Australia dan Indonesia untuk menciptakan hubungan baru dan mengeksplorasi kemungkinan kolaborasi," ujar Sahabat FSAI Marissa Anita yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dalam festival sinema ini akan tayang dua film Indonesia karya alumni Australia, tiga masterclass film, dua sesi tanya jawab film, delapan kuis, lokakarya untuk calon sineas Indonesia dan 16 pemutaran film Australia. Bagi yang berminat bisa memesan tiket dan melihat jadwal pemutaran film pilihan FSAI 2021 secara cuma-cuma di fsai2021.com.[DAY]