Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KBRI Den Haag Dorong Kewirausahaan Diaspora Wanita Indonesia di Belanda
Sabtu, 27 April 2019 14:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - "Kesuksesan tak kenal gender, ataupun latar belakang etnis dan agama, karena itu kaum perempuan telah terbukti memiliki peran penting di dunia bisnis serta terus berkembang dan sukses di dalamnya”, demikian beberapa hal yang disampaikan Dubes RI untuk Belanda, I Gusti A. Wesaka Puja, saat membuka diskusi dengan tema “Women in Business: Simply Remarkable”, di Kastil Wittenburg, Belanda, Rabu (24/4).
Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh di bulan April dan International Women’s Day pada Maret lalu, KBRI Den Haag menghadirkan 6 narasumber inspiratif perempuan di Belanda.
Termasuk, diaspora perempuan Indonesia yang sukses berbisnis di Belanda untuk berbagi berbagai pengalaman, ilmu dan juga tips untuk mengembangkan bisnis di Belanda di hadapan sekitar 70 peserta yang mayoritas adalah kaum perempuan.
Baca juga : KPU Tak Akan Hitung Surat Suara Via Pos di Malaysia
Mereka mewakili komunitas dan asosiasi wanita, serta bisnis dan kewirausahaan dari berbagai negara yang berada di Belanda, dan juga sejumlah diplomat asing.
Narasumber berasal dari berbagai lini usaha yang cukup sukses, seperti kuliner yang diwakili oleh Dewi Paramawati ten Cate dari restoran Indonesia Indrapura di Amsterdam, perhiasan yang diwakili oleh Ferline Yoswara, pendiri FY Fine Jewelry yang kreasi perhiasannya mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan, termasuk walikota Rotterdam dan keluarga Raja Belanda.
Serta fesyen yang diwakili oleh Myrthe dan Romée dari Guave, lini usaha fesyen on-line di Belanda yang menggabungkan budaya (batik), sustainability dan pengembangan komunitas pengrajin batik di Indonesia.
Baca juga : Keagamaan Migran Muslim Indonesia Di AS
Ketiga wirausaha tersebut menekankan pentingnya keberanian, kreativitas, dan juga otentisitas usaha sebagai bagian dari kiat mengembangkan bisnis di Belanda.
Untuk mampu bersaing di tengah kuatnya kompetisi di Belanda, pendekatan-pendekatan yang inovatif juga menjadi hal yang penting.
Ferline Yoswara, WNI pertama yang memperoleh start up visa ke Belanda karena ide inovatif usaha perhiasannya mencontohkan kreasi smart jewelry yang memadukan kreasi seni gelang dengan teknologi Sehingga, gelang kreasinya dapat berfungsi untuk membuka pintu otomatis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya