Dark/Light Mode

Varian Delta Merajalela, Iran Ketar-Ketir Hadapi Ancaman Gelombang 5 Covid

Sabtu, 3 Juli 2021 21:54 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani (Foto: Net)
Presiden Iran Hassan Rouhani (Foto: Net)

 Sebelumnya 
Sabtu (3/7) ini, Juru Bicara Satgas Covid-19 Alireza Raisi, menyerukan kontrol ketat terhadap perbatasan negara. Terutama, yang berada di sisi timur Iran.

Iran yang saat ini menderita oleh sanksi AS yang mempersulit transfer uang ke perusahaan asing, kini tengah berjuang untuk mengimpor vaksin Covid-19 untuk masyarakatnya, yang berjumlah 83 juta orang.

Kementerian Kesehatan Iran menyebut, saat ini, total orang yang telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 di negaranya berjumlah 4,4 juta orang. Sedangkan yang telah menerima 2 dosis, berjumlah 1,7 juta orang. 

Baca juga : Varian Delta Merajalela, Legislator Minta Ortu Awasi Aktivitas Anak

“Insya Allah, pekan depan, situasi vaksinasi di Iran akan lebih baik," kata Rouhani.

Pihak berwenang di Iran telah menyetujui penggunaan darurat dua vaksin yang diproduksi secara lokal.

Melalui Twitter, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang menerima dosis pertama pada 25 Juni mengimbau warga setempat, untuk mematuhi semua protokol kesehatan. Terutama, di wilayah zona merah. 

Baca juga : Pancasila Modal Bangsa Hadapi Pandemi Covid-19

"Protokol kesehatan itu untuk dipatuhi. Bukan untuk dipertanyakan, atau dilanggar," tegas Khamenei.

Pemerintahan Rouhani yang akan segera berakhir, banyak menuai kritik atas penanganannya terhadap pandemi Covid-19.

Rouhani yang merupakan tokoh moderat, berada di minggu-minggu terakhir masa kepresidenannya, setelah menjabat 2 periode. Dia akan digantikan oleh ulama ultrakonservatif dan mantan kepala kehakiman Ebrahim Raisi, pada Agustus mendatang. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.