Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bermanuver Jelang AS Tarik Pasukan Dari Afghanistan
Taliban Duduki Markas Polisi Di Perbatasan
Sabtu, 17 Juli 2021 05:18 WIB
Sebelumnya
Bersama dengan penasihat keamanan utamanya, Bush kemudian dituding atas serangkaian kesalahan perhitungan di Afghanistan yang menyebabkan kebangkitan kembali gerakan Taliban.
Di Washington, AS, awal pekan ini, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan, keberhasilan menangkis Taliban akan bergantung pada para pemimpin Afghanistan, dan bukan pada apa yang dilakukan AS.
“Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan,” kata Kirby kepada wartawan.
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan, negaranya siap untuk bekerja dengan siapa pun penguasa Afghanistan.
Baca juga : Bank Mandiri Siapkan Layanan Transaksi Perbankan Untuk Kemensetneg
“Apa pun pemerintahan saat ini, asalkan mematuhi norma-norma internasional, Pemerintah Inggris akan terlibat dengannya,” katanya kepada Daily Telegraph.
“Semua proses perdamaianmengharuskan Anda untuk berdamai dengan musuh. Terkadang, begitulah adanya,” imbuhnya.
Dukungan Barat
Kanselir Jerman Angela Merkel prihatin dengan kondisi Afghanistan. “Selama bertahun-tahun, kami telah memberi bantuan kepada di Afghanistan. Kami telah mampu menahan, sampai tingkat tertentu, bahaya teroris. Tetapi sayangnya, kami belum mampu membangun sebuah negara seperti yang kami inginkan,” kata Merkel dalam konferensi pers bersama dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih.
Baca juga : Begini Tips Isoman Di Rumah Dengan Fasilitas Terbatas
Berlin telah menarik tentara terakhir yang tersisa di Afghanistan pada akhir bulan lalu. Berlin memiliki kontingen pasukan terbesar kedua di Afghanistan setelah AS, dengan sekitar 160.000 tentara. Sebanyak 59 tentara Jerman tewas di Afghanistan, termasuk 35 orang dalam operasi tempur.
“Kami tetap teguh mendukung Pemerintah Afghanistan,” kata Rainer Breul, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, pada konferensi pers mingguan di Berlin.
Terpisah, AS akan terus mengupayakan dukungan kuat baik dari regional maupun internasional untuk proses perdamaian Afghanistan. Hal itu disampaikan oleh Penasihat Keamanan Dalam Negeri Amerika Elizabeth Sherwood-Randall pada Kamis, di ibu kota Uzbekistan, Tashkent.
Selain AS, menteri luar negeri dari lima negara Asia Tengah (Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan) hadir dalam pertemuan itu.
Baca juga : Dilarang Makan Di Warung, Ganjar Habiskan Ransum Bikinan Istri Di Parkiran
“Kami akan terus mendukung negosiasi untuk mencapai solusi politik menuju perdamaian Afghanistan yang layak mereka dapatkan dan untuk membangun basis dukungan regional dan internasional yang kuat untuk masa depan Afghanistan,” pungkas Sherwood-Randall. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya