Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ditentang AS Dan Israel, Majelis Kesehatan Dunia Sahkan Resolusi Kesehatan Palestina

Kamis, 27 Mei 2021 22:50 WIB
Pertemuan Majelis Kesehatan Dunia ke-74. (Foto WHO Int)
Pertemuan Majelis Kesehatan Dunia ke-74. (Foto WHO Int)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mayoritas negara pada Rabu (26/5/2021) memberikan suara mendukung resolusi tentang kondisi kesehatan di wilayah Palestina pada Majelis Kesehatan Dunia (WHA/ World Health Assembly ) ke-74 di Kota Jenewa, Swiss.

Resolusi, yang juga didukung Indonesia itu disahkan meski ada tentangan dari Israel dan negara-negara lain termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Ada 83 suara mendukung dan 14 suara menentang resolusi, sementara 39 negara lain abstain.

Resolusi tersebut diusulkan Aljazair, Andorra, Bahrain, Kuba, Mesir, Indonesia, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Mauritania, Maroko, Pakistan, Palestina, Qatar, San Marino, Arab Saudi, Sudan, Afrika Selatan, Republik Arab Suriah, Tunisia, Turki, UEA, Venezuela, dan Yaman.

Berita Terkait : Kecam Israel, Gubernur Mahyeldi Ikut Aksi Solidaritas Untuk Palestina

Negara-negara yang menentang resolusi tersebut antara lain Israel, Austria, Australia, Brasil, Kamerun, Kanada, Kolombia, Republik Ceko, Jerman, Honduras, Hongaria, Inggris Raya, dan AS. Alasan mereka, resolusi tersebut  mempolitisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan merupakan satu-satunya agenda yang memihak negara tertentu.

Satu poin dalam resolusi tersebut memastikan pengadaan berkelanjutan vaksin dan obat-obatan serta peralatan medis WHO yang telah memenuhi syarat ke wilayah Palestina. Sesuai dengan hukum humaniter internasional dan standar WHO.

Duta Besar Turki untuk PBB di Jenewa, Sadik Arslan, mengatakan rakyat Palestina menghadapi masalah yang signifikan di banyak bidang, termasuk sektor kesehatan.

Berita Terkait : Menpora : Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Solusi Masa Depan Bangsa

"Serangan Israel yang membabi buta baru-baru ini sekali lagi menargetkan rumah sakit, klinik, dokter, dan pasien," kata

“Sayangnya, terlepas dari fakta bahwa ratusan warga Palestina terbunuh dalam peristiwa baru-baru ini di wilayah pendudukan Palestina, negara-negara yang keberatan tersebut mengadvokasi bidang kesehatan hanya sebagai pilihan politik,” sindir Arslan.

Setidaknya 254 warga Palestina tewas, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, dan lebih dari 1.900 lainnya terluka dalam serangan 11 hari Israel di Jalur Gaza. Tak hanya itu, 31 warga Palestina lainnya dibunuh pasukan Israel di Tepi Barat, menurut angka resmi Otoritas Palestina.

Berita Terkait : Diserang Roket, Israel Batalkan Rapat Kabinet

Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa, Meirav Eilon Shahar mengatakan setelah voting bahwa negara-negara yang menentang resolusi tersebut telah "mengakui bahwa politisasi Organisasi Kesehatan Dunia harus diakhiri."

“Negara-negara anggota lainnya telah memilih untuk terus mengizinkan Suriah menutupi kejahatan menjijikkan mereka sendiri. Mereka telah memilih untuk terus mengizinkan Palestina membajak forum profesional ini dan mengubahnya menjadi tempat lain untuk mengejar tujuan politik," tandasnya.