Dark/Light Mode

Batalkan Sidang Parlemen

PM Malaysia Takut Mosi Tidak Percaya

Senin, 2 Agustus 2021 05:05 WIB
PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, berada dalam tekanan. Banyak pihak yang memintanya mundur dari jabatannya (Foto : The Star).
PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, berada dalam tekanan. Banyak pihak yang memintanya mundur dari jabatannya (Foto : The Star).

 Sebelumnya 
Pemimpin oposisi Anwar Ibra­him telah mengajukan mosi tidak percaya terhadap Muhyiddin, menyusul komentar dari raja yang sangat dihormati itu.

Teguran kerajaan adalah krisis politik terbaru yang menimpa Pemerintahan Muhyiddin sejak berkuasa pada Maret 2020.

Malaysia adalah monarki konstitusional. Raja memiliki peran seremonial, melaksanakan tugasnya atas saran dari perdana menteri dan kabinet.

Baca juga : Gandeng Pemprov DKI, Kemenag Gelar Vaksinasi Di Wisma Haji

Namun, beberapa analis mengatakan, raja memiliki keleluasaan apakah keadaan darurat harus diumumkan.

Persetujuan dari raja, yang dihormati di seluruh populasi multi-etnis Malaysia itu, juga diperlukan untuk menunjuk seorang perdana menteri.

Kantor Muhyiddin kemudian membela keputusan tersebut, dengan mengatakan pemerintah telah mengikuti Konstitusi Federal Malaysia dalam mencabut darurat nasional.

Baca juga : Kemnaker: Indonesia-Malaysia Sepakati Sistem Baru Penempatan PMI

Rakyat Turun Ke Jalan

Ratusan warga negeri jiran juga melakukan aksi sebagai ben­tuk kekecewaan kepada Pemerin­tahan Muhyiddin. Mereka meng­gelar aksi protes antipemerintah di jalanan Kuala Lumpur dan mendesak Muhyiddin mundur, Sabtu (31/7).

Unjuk rasa tetap digelar di tengah pembatasan Covid-19. Pi­hak koordinator aksi mengklaim, sekitar 1.000 orang turun ke jalan. Namun, menurut versi ke­polisian, angkanya berkisar 400.

Baca juga : Pemkot Pekalongan Siapkan Tempat Isolasi Covid Terpusat

Sebagian besar pedemo adalah anak muda, yang terlihat me­makai masker dan menjaga jarak. Banyak dari mereka memakai pakaian hitam dan membawa spanduk antipemerintah.

“Kami berjuang karena ma­syarakat begitu menderita, se­mentara pemerintah hanya sibuk bermain politik,” tegas seorang pedemo bernama Karmun Loh kepada kantor berita AFP. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.