Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kuasai Ibu Kota Provinsi, Taliban Bunuh Jubir Pemerintah Afghanistan

Sabtu, 7 Agustus 2021 06:09 WIB
Taliban terus mengintensifkan kampanye untuk mengalahkan pemerintah Afghanistan. (Foto: Abdul Khaliq Achakzai/Reuters Via Aljazeera)
Taliban terus mengintensifkan kampanye untuk mengalahkan pemerintah Afghanistan. (Foto: Abdul Khaliq Achakzai/Reuters Via Aljazeera)

RM.id  Rakyat Merdeka - Taliban berhasil merebut ibu kota provinsi Afghanistan, dan membunuh Juru Bicara Pemerintah Afghanistan Dawa Khan Menapal saat shalat Jumat di Kabul pada Jumat (7/8), di tengah situasi keamanan yang memburuk saat AS dan pasukan asing lainnya mundur.

Seorang juru bicara polisi di Provinsi Nimroz yang berada di wilayah selatan Afghanistan mengatakan, Ibu Kota Zaranj telah jatuh ke tangan kelompok Islam garis keras karena kurangnya bala bantuan dari pemerintah yang didukung Barat.

Melalui Twitter, seorang juru bicara Taliban mengklaim pihaknya telah "membebaskan sepenuhnya" provinsi itu dan menguasai rumah gubernur, kantor polisi, bangunan pemerintahan lainnya.

Berita Terkait : Jaga Ketahanan Pangan, Pemerintah Perkuat Sektor Pertanian

Sami Sadat, Komandan 215 Maiwand Afghan Army Corps yang memimpin serangan balasan terhadap Taliban di selatan negara itu mengatakan, Angkatan Udara Afghanistan telah membunuh pejabat tinggi Taliban di Nimroz bersama 14 anak buahnya. Namun, pernyataan tersebut belum dapat dikonfirmasi Reuters.

Taliban yang digulingkan dari kekuasaan oleh kekuatan bersenjata AS 20 tahun lalu, kini berjuang menerapkan kembali rezim Islam yang ketat. Taliban telah mengintensifkan kampanye mereka untuk mengalahkan pemerintah.

Gerilyawan Taliban telah menguasai lusinan distrik dan penyeberangan di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan terakhir.

Berita Terkait : Lega Boleh, Asal Tetap Waspada

Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan di New York Deborah Lyons mempertanyakan komitmen Taliban untuk penyelesaian politik. Menurutnya, perang telah memasuki fase yang lebih mematikan dan lebih merusak.

"Ini mengingatkan kita pada Suriah, baru-baru ini. Atau Sarajevo pada masanya," ujar Lyons kepada Dewan Keamanan PBB.

Sementara Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, Afghanistan kian tergelincir ke dalam perang saudara yang nyata dan berlarut-larut.

Berita Terkait : NasDem: Ada Pihak Gunakan Isu Pandemi Untuk Diskreditkan Pemerintah

Diplomat Senior AS Jeffrey DeLaurentis pun mendesak Taliban untuk segera menghentikan serangan mereka, menuntaskan penyelesaian politik, serta melindungi infrastruktur dan rakyat Afghanistan.
 Selanjutnya