Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mantan Menteri Afghanistan Kini Jadi Kurir Gowes Di Jerman

Jumat, 27 Agustus 2021 14:31 WIB
Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan, Sayed Sadaat kini jafi kurir sepeda di Jerman. (Foto: Reuters)
Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan, Sayed Sadaat kini jafi kurir sepeda di Jerman. (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebelum hijrah ke Jerman pada September 2020 untuk mencari kehidupan yang lebih baik, Sayed Sadaat menjabat Menteri Komunikasi Afghanistan.

Namun sekarang ini, ia bahagia menjalani hidupnya sebagai kurir gowes atau kurir sepeda di Leipzig, kota di wilayah timur Jerman.

Dia mengaku banyak disentil orang, karena memilih bekerja sebagai kurir, setelah 2 tahun menjabat Menteri Komunikasi Afghanistan. Namun, itu sama sekali tak masalah buatnya.

"Tak ada yang perlu saya risaukan. Pekerjaan ya tetap pekerjaan," kata pria berseragam oranye itu kepada Reuters, Jumat (27/8).

Berita Terkait : Ledakan Di Bandara Kabul, Taliban Klaim 11 Orang Jadi Korban

"Saya harap, para politisi lain bisa bekerja nyata melayani publik," imbuh Sadaat, sambil berdiri di samping sepeda berwarna biru merk McKenzie, yang setia menemaminya.

Kisah hidup Sadaat mengemuka selepas Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus lalu. Hampir semua keluarga dan kerabatnya, berharap bisa segera dievakuasi Afghanistan. Apalagi, menjelang detik-detik batas akhir evakuasi 31 Agustus 2021. 

Data Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi Jerman menyebut, jumlah pencari suaka asal Afghanistan meningkat sejak awal tahun, hingga lebih dari 130 persen.

Faktanya, meski pernah menduduki jabatan mentereng sebagai menteri, Sadaat tetap harus berjuang keras menemukan pekerjaan di Jerman, yang sesuai dengan pengalamannya

Berita Terkait : Biden: Evakuasi Afghanistan Harus Segera Berakhir, Lebih Cepat Lebih Baik

Dengan gelar di bidang IT dan telekomunikasi, Sadaat berharap dapat menemukan pekerjaan yang pas. Tanpa bantuan kolega setempat, peluangnya tipis.

"Bahasa merupakan hal terpenting," ucap Sadaat, yang kini berusia 49 tahun.

Dengan alasan tersebut, Sadaat yang juga pemegang paspor Inggris, mengambil kursus bahasa Jerman berdurasi 4 jam di sebuah sekolah bahasa, setiap hari. Sebelum menjalani shift malam 6 jam, mengantarkan makanan di wilayah Lieferando.

Bagaimana rasanya jadi kurir gowes di Jerman?

Berita Terkait : Taliban: Stop Evakuasi Warga Afghanistan, Kami Butuh Mereka

"Meski sulit, beberapa hari pertama terasa menyenangkan," kata Sadaat, menggambarkan tantangan belajar bersepeda di lalu lintas kota.

"Tapi, semakin Anda pergi keluar dan semakin banyak Anda melihat orang, Anda akan semakin banyak belajar," pungkasnya. [HES]