Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Inggris Untuk Afghanistan Pulang Kampung Dengan Selamat

Minggu, 29 Agustus 2021 20:14 WIB
Dubes Inggris untuk Afghanistan, Laurie Bristow (Foto: PA Media)
Dubes Inggris untuk Afghanistan, Laurie Bristow (Foto: PA Media)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Inggris untuk Afghanistan Laurie Bristow akhirnya tiba dengan selamat di Negeri Ratu Elizabeth, Minggu (29/8).

Pasukan militer Inggris yang telah meninggalkan Kabul, juga akan segera tiba dalam hitungan jam.

Sejak Taliban menguasai Kabul pada 14 Agustus lalu, Inggris telah mengevakuasi lebih dari 15 ribu orang.

Wakil Laksamana Ben Key yang mengomandoi evakuasi Inggris, mengaku tak berani menyebut proses tersebut berhasil, sampai semua sekutu pergi.

Berita Terkait : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter

"Ini adalah upaya internasional yang luar biasa. Tapi, itu sama sekali bukan momen perayaan bagi kami. Ada duka yang mendalam, bila ingat mereka yang tertinggal," ungkapnya seperti dilansir BBC, Minggu (29/8).

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, saat ini adalah kesempatan untuk merenungkan pencapaian beberapa minggu belakangan ini, dan dua dekade terakhir. Seperti kans meningkatnya pendidikan anak perempuan dan melemahnya al-Qaeda.

Duta Besar Laurie Bristow memproses rombongan warga yang melarikan diri dari Afghanistan di bandara. Termasuk, mereka yang mendarat di pangkalan RAF Brize Norton, Oxfordshire melalui Uni Emirat Arab pada Minggu (29/8) pagi.

"Kita tahu, ada beberapa cerita yang sangat menyedihkan dari orang-orang yang telah mati-matian mencoba untuk meninggalkan Afghanistan. Namun, kami tidak berhasil mengevakuasi," ujar Ben Key, saat bicara di RAF Brize Norton.

Berita Terkait : Dukung Pemerintah, KAI Integrasikan Aplikasi Peduli Lindungi Dengan Sistem Boarding

Tenggat waktu 31 Agustus yang diberlakukan oleh Taliban, mencegah mereka mengevakuasi lebih banyak warga dari Afghanistan.

Foto-foto prajurit Inggris yang kelelahan di pesawat, sekembalinya dari Kabul menunjukkan betapa lelahnya mereka selama 2 minggu terakhir.

"Selama ini, mereka tidur dalam kondisi yang sulit, makan dari paket ransum. Satu-satunya motivasi mereka adalah untuk membantu sebanyak mungkin warga dievakuasi. Mereka sangat luar biasa," tutur Ben Key.

Downing Street mengatakan, sebanyak 2.200 anak-anak turut serta dalam rombongan evakuasi. Yang termuda, baru berusia satu hari.

Berita Terkait : Jurnalis Afghanistan Untuk New York Times Dan Keluarganya, Mendarat Selamat Di Meksiko

Sekitar 5.000 warga negara Inggris dan keluarga mereka telah diterbangkan, bersama lebih dari 8.000 mantan staf Inggris Afghanistan beserta keluarga. Serta kelompok rentan lainnya. [HES]