Dark/Light Mode

Selama 40 Tahun, Wanita Asal China Nggak Bisa Tidur

Senin, 6 September 2021 08:18 WIB
Li Zhanying. (Foto: Istimewa).
Li Zhanying. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Tidur merupakan salah satu kebutuhan utama ma­nusia. Namun, Li Zhanying mengklaim, dirinya tak per­nah tidur selama 40 tahun terakhir. Kendati demikian, Li tidak pernah merasa lelah dan mengantuk.

Li yang berasal dari Henan, China menyebut, dia terakhir kali tidur pada usia lima atau enam tahun. Hal itu diamini suaminya, Liu Suoquin bilang.

Berita Terkait : China Ngajak AS Bina Pemerintahan Taliban

“Li selalu terjaga bahkan saat tengah malam dan dini­hari,” kata Liu.

Ia awalnya mengira, sang istri mengidap insomnia. Sehingga dia membelikan Li obat tidur. Namun, hal itu tidak am­puh. Li tetap tak bisa tidur.

Baca Juga : Stop, Merokok Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Covid

Surat kabar Bastille Post menyebut, Li sebenarnya telah berulang kali mencari bantuan medis. Tapi, dokter tak pernah menemukan hal yang mencurigakan. Namun, setelah baru-baru ini mengunjungi pusat medis di Beijing, tim medis me­nemukan, bahwa Li sebenarnya tidur. Hanya saja tidak seperti kebanyakan dari kita.

Data yang dikumpulkan se­lama pemantauan gelombang otak selama 48 jam menun­jukkan, Li mengalami tidur. Tapi tidurnya berbeda dengan kebanyakan orang.

Baca Juga : Jaga Kelestarian Alam, CCEP Tanam 1500 Bibit Mangrove di DKI Jakarta

“Dia tidak berbaring dengan mata tertutup saat tidur. Tapi bisa saja tidur ketika berbicara dengan suaminya,” kata dokter.

Dokter menggambarkan fenomena ini sebagai “tidur ketika terjaga”. Mirip dengan berjalan dalam tidur. [PYB]