Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perpusnas 3 Negara Bahas Langkah Hadapi Pandemi, Solusinya Digitalisasi
Selasa, 7 September 2021 16:16 WIB
Sebelumnya
Keuntungan lainnya yaitu populasi yang sedikit dengan wilayah yang luas. Oleh karena itu, Marie Louise yakin tetap dapat melayani masyarakat walaupun perpustakaan tutup. Pihaknya memanfaatkan perpustakaan digital yang dimiliki dan meyakinkan pemerintah agar berinvestasi lebih banyak untuk perpustakaan digital.
Dalam hal kesiapan menghadapi bencana atau krisis, Australia memiliki rencana bisnis lanjutan. Berkaca dari dua bencana besar yang dialami Australia tahun lalu, Perpusnas Australia menyelesaikan penulisan ulang dokumentasi, rencana, dan kerangka kerja yang memperhitungkan tingkat ketidakpastian tinggi, jika bencana terjadi lebih lama. Perpusnas Australia juga mengembangkan koleksi dengan menghimpun website yang dianggap penting terkait Covid-19, termasuk dari wilayah Asia.
Baca juga : Miris, Presiden Zambia Diburu Utang
Kepala Perpusnas Jepang (NDL) Motonobu Yoshinaga mengatakan, dalam kondisi pandemi, pihaknya fokus untuk menciptakan peluang ketimbang kepada aspek negatif. Pandemi Covid-19 membuatnya semakin yakin untuk mengambil langkah lebih lanjut melakukan pergeseran ke arah digitalisasi perpustakaan nasional, untuk memasuki new normal.
Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan digital, apalagi setelah mendapat suntikan dana dari pemerintah yang mendukung program selama pandemi. “Jadi, kami membuat komitmen besar untuk menerapkan pengalihan digital NDL. Hasil dari upaya kami untuk melobi pemerintah, NDL menerima anggaran sekitar enam miliar yen untuk mempromosikan digitalisasi. Dan undang-undang hak cipta direvisi untuk mengakomodir digitalisasi perpustakaan dan layanan daring,” urainya.
Baca juga : Perkuat Ultimate Service, Solusi Perbankan Transformasi Digital
Dalam manajemen risiko, menurutnya, penting untuk bersikap proaktif. Sebelum pandemi Covid-19, NDL telah mengembangkan rencana bisnis lanjutan sebagai manual tanggap bencana, termasuk gempa bumi dan wabah penyakit menular. Namun, ketika pandemi covid-19 mulai terjadi, NDL tidak bisa mengikuti manual tersebut sepenuhnya karena ketidakpastian informasi yang beredar dan situasi yang terus berkembang.
“National Diet Library mempersenjatai pustakawan dan tenaga pendukungnya dengan mendalami informasi terkait Covid-19 dengan baik. Sehingga masyarakat dapat percaya dengan informasi yang disebarkan,” urainya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya