Dark/Light Mode

Malaysia Sepakati Kerja Sama Bipartisan

Politisi DAP: Jangan Berprasangka Buruk, Oposan Nggak Bakal Terkooptasi

Senin, 13 September 2021 09:23 WIB
Ketua Parlemen DAP Malaysia, Anthony Loke (Foto: Malay Mail)
Ketua Parlemen DAP Malaysia, Anthony Loke (Foto: Malay Mail)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob akan menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan anggota parlemen oposisi, Senin (13/9) sore.

"Perjanjian bersejarah yang akan diteken pemerintah dan anggota parlemen oposisi malam ini, mengarah pada kerja sama bipartisan yang lebih besar," kata Ketua Parlemen Partai Aksi Demokrat (DAP) Anthony Loke, seperti dikutip Malay Mail, Senin (13/9).

Loke meminta rakyat Malaysia, untuk tidak berprasangka buruk terhadap kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berita Terkait : Sore Ini, Pemerintahan Ismail Sabri Teken MoU Dengan Anwar Ibrahim Cs

Ia menegaskan, oposan akan tetap menyoroti dan mengevaluasi kinerja pemerintahan Ismail Sabri.

"Sebagai salah satu perunding PH (Pakatan Harapan), saya berharap, pemahaman ini tidak hanya dapat memulihkan stabilitas politik untuk saat ini. Tetapi juga berkontribusi terhadap lanskap dan budaya politik bipartisan yang lebih dinamis dan konsultatif, khususnya di DPR," tutur Loke.

"Saya berharap, semua pihak bersedia meluangkan waktu untuk membaca dan mengevaluasi dokumen bersejarah itu,” katanya.

Baca Juga : Mantap! Pemkab Tangerang Borong Penghargaan Top BUMD Award 2021

Loke menjelaskan, perjanjian itu dirancang untuk memantapkan fokus negara terhadap penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Tidak berarti oposisi akan dikooptasi ke dalam pemerintahan," tegasnya.

Kemarin, sekelompok anggota parlemen federal Pakatan Harapan dan Perikatan Nasional bersama-sama mengumumkan bahwa nota kesepahaman untuk kerja sama politik antara kedua kubu akan ditandatangani malam ini.

Baca Juga : PKS Hapus Stigma Wahabi

Kerja sama bipartisan telah menjadi platform utama bagi kedua kubu, sejak Ismail Sabri Yaakob diangkat sebagai perdana menteri.

Tak lama setelah menjabat, Ismail Sabri bertemu dengan para pemimpin Pakatan Harapan dan bersama-sama mengeluarkan pernyataan, yang menegaskan komitmen bersama untuk memerangi pandemi. Serta melindungi kehidupan dan mata pencaharian Malaysia.

Sebelum mengangkat Ismail Sabri, Raja Malaysia Sultan Abdullah Riayatuddin Mustafa Billah Shah menyarankan para politisi setempat, untuk mengesampingkan segala perbedaan dan bekerja sama untuk kemajuan negara. [HES]