Dark/Light Mode

Pertemuan Bilateral Menlu RI-Timor Leste

Pemerintah Dorong Timor Leste Diterima Jadi Anggota ASEAN

Sabtu, 18 Mei 2019 05:36 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Timor Leste Dionisio Babo dalam pertemuan bilateral di Kemenlu, Jakarta, Jumat (17/5).(Doc. Kemlu RI).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Timor Leste Dionisio Babo dalam pertemuan bilateral di Kemenlu, Jakarta, Jumat (17/5).(Doc. Kemlu RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Timor Leste Dionisio Babo menemui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (16/5).

Pertemuan itu membahas sejumlah isu penting baik hubungan dua negara maupun keinginan Timor Leste menjadi anggota ASEAN.

Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nassir mengatakan isu pertama yang menjadi bahasan yakni seputar hubungan dagang kedua negara. Diskusi ini menjadi sangat penting lantaran Indonesia memasok 30 persen barang dagangan di Timor Leste.

Baca juga : Menteri Sri Ajak Pemerintah Jepang Investasi di Sumatera

“Seperti otomotif, minyak kelapa sawit, barang elektronik, makanan dan minuman. Selain itu, akan fokus pada sektor perdagangan di areal perbatasan,” terang Arrmanatha dalam briefing di Kemlu, usai pertemuan.

Isu lain yang menjadi perbincangan yakni terkait keinginan Timor Leste menjadi anggota ASEAN. Pada kesempatan itu, Menlu Retno menyampaikan komitmen Indonesia mendukung masuknya negeri ini menjadi anggota ASEAN ke-11. “Permohonannya sudah dari 2011, prosesnya masih berlangsung. Indonesia tetap memposisikan diri sebagai pendukung,” lanjut Arrmanatha.

Dijelaskannya, selain memberikan dukungan politis, pemerintah Indonesia juga memberikan dorongan teknis seperti capacity building. Langkah ini penting supaya Timor Leste bisa beradaptasi dengan fluktuasi ekonomi dan sosial di ASEAN.

Baca juga : Dana Desa Bakal Terus Ditingkatkan

“Indonesia memang merupakan salah satu negara ASEAN yang paling konsisten mendukung aplikasi Timor Leste. Ini merupakan upaya merealisasikan visi para founding fathers ASEAN untuk menyatukan seluruh negara-negara di kawasan ke dalam satu organisasi,” sambungnya. Namun, untuk menjadi anggota ASEAN itu perlu proses panjang.

Karena ada sejumlah hal yang harus dipenuhi. Contohnya Timor Leste baru bisa memenuhi (prasyarat) mendirikan perwakilan di seluruh negara anggota ASEAN. “Ini adalah langkah yang bagus,” kata Arrmanatha.

Selain Indonesia, negara anggota ASEAN yang menyetujui Timor Leste masuk ke dalam ASEAN adalah Malaysia, Thailand dan Filipina.

Baca juga : Lion Tetap Singa Atau Jadi Kucing

Sementara negara lain masih meragukan kapasitas dan kontribusi negara tersebut bagi masa depan ASEAN, mengingat masa lalu dan stabilitas negara yang baru merdeka pada 2002.

Selain keanggotaan ASEAN, Menlu RI juga mengundang Timor Leste untuk berpartisipasi dalam Pacific Exposition: sebuah pameran perdagangan, investasi, dan pariwisata yang digagas Indonesia untuk semakin meningkatkan kehadirannya di Pasifik.

Pameran yang dilaksanakan di Auckland, Selandia Baru, pada 11- 14 Juli ditujukan untuk mengintegrasikan pasar Indonesia dan negara-negara Pasifik, termasuk dengan Timor Leste, yang potensi ekonominya besar. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.