Dark/Light Mode

Tegaskan Dukung Pengendalian Iklim Kepada Menlu Inggris

Retno: RI Nggak Omdo

Jumat, 12 November 2021 06:30 WIB
Menlu Retno Marsudi (kanan), dan Menlu Inggris Liz Truss melakukan pertemuan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin. (Foto: Dok. Kemlu RI).
Menlu Retno Marsudi (kanan), dan Menlu Inggris Liz Truss melakukan pertemuan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin. (Foto: Dok. Kemlu RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membahas isu perubahan iklim dalam pertemuannya dengan Menlu Inggris Liz Truss. Ditegaskan Retno, Indonesia tidak omdo alias hanya omong doang (beretorika) dalam mencapai target penurunan emisi karbon.

Truss melakukan lawatan pertamanya ke Jakarta, kemarin, sejak ia memegang jabatan sebagai Menlu Inggris. Truss menggantikan Dominic Raab pada reshuffle kabinet pada September lalu. Retno dan Truss sebelumnya bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB New York, Amerika Serikat (AS), 19 September lalu.

Dalam pertemuan dengan Truss, etno menggarisbawahi, Indonesia tidak ingin terjebak retorika dalam mengendalikan perubahan iklim. Dan, lebih memilih melaksanakan apa yang telah menjadi kesepatakan. Menurut Retno, Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat jelas. Yakni, hutan dan penggunaan lahan di Indonesia menjadi Penyerap Karbon Bersih pada tahun 2030.

Baca juga : SWI Ingatkan Masyarakat Kenali Dan Waspadai Pinjol Ilegal

“Hal ini adalah komitmen Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi,” ujar Retno dalam jumpa pers bersama Truss, di Jakarta, kemarin.

Retno menyebutkan, pencapaian konkret Indonesia pada sektor kehutanan yakni meminimalkan kebakaran sebesar 82 persen. Lalu, pada 2019, emisi dari hutan dan penggunaan lahan berkurang 40,9 persen dibandingkan 2015. Deforestasi juga turun ke level terendah dalam 20 tahun terakhir.

“Keberhasilan ini dicapai karena Indonesia menempatkan aksi iklim dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Termasuk menggabungkan pertimbangan lingkungan dengan ekonomi dan sosial,” terang Retno.

Baca juga : Kapolri Nggak Omdo

“Kebijakan pengelolaan hutan lestari harus menggabungkan pertimbangan lingkungan dengan ekonomi dan sosial,” imbuh mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu.

Menanggapi hal itu, Truss menyebut, Inggris menghargai komitmen tinggi Indonesia untuk menangani perubahan iklim. Karena itu, ia memprioritaskan kunjungan utamanya ke Indonesia.

“Indonesia adalah mitra strategis Inggris. Dan sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia yang juga sahabat, Inggris siap memperkuat hubungan dengan Indonesia. Termasuk kerja sama dalam ekonomi dan keamanan,” terang Truss seraya menambahkan, hal itu merupakan tujuan Inggris di seluruh negara.

Baca juga : Kemenkop Dukung Percepatan Legalitas Usaha Bagi Pelaku Jasa Pramuwisata

Menurutnya, Inggris juga ingin meningkatkan investasi langsung di Indonesia. Mencakup ekonomi hijau dan infrastruktur alam. Sementara di sektor keamanan, Truss bilang bahwa Inggris dan Indonesia sepakat untuk memperhatikan keamanan di wilayah Indo Pasifik.

“Kedua negara telah meluncurkan Kelompok Kerja Bersama Bidang Kontraterorisme,” jelasnya. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.