Dark/Light Mode
Catatan Perjalanan Ke Kazakhstan (6)
Bangkitnya Islam Setelah Dikubur Komunisme Uni Soviet
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 16-17 Mei pekan lalu, Kazakhstan kembali menggelar hajatan akbar, Astana Economic Forum (AEF) 2019. Sesuai namanya, forum tahunan ini dihelat di ibukota Kazakhstan, Astana, yang sejak Maret 2019 lalu, sudah resmi berganti nama menjadi Nur-Sultan. Berikut laporan wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi, dari Nur-Sultan, Kazakhstan:
Islam merupakan agama mayoritas yang dianut di Kazakhstan. Bersamaan dengan kelompok etnik Muslim yang lain, termasuk orang Uzbek, orang Uyghur dan orang Tatar, orang Kazakh merupakan etnik yang terdiri dari lebih dari setengah jumlah penduduk. Ini membuat warga Muslim di Kazakhstan mencapai sekitar sekitar 70 persen dari jumlah penduduk di Kazakhstan. Sebagian besar orang Kazakh adalah Muslim Sunni bermazhab Hanafi. Islam dibawa oleh orang Arab ke Kazakhstan dan mencapai kawasan ini pertama kalinya pada abad ke-8.
Islam dibawa kepada orang Kazakh pada abad ke-8 saat orang Arab sampai di Asia Tengah. Islam pertama kali menyebar di bagian-bagian selatan Turkestan. Kemudian berangsur-angsur tersebar ke utara.
Baca juga : Sahur Sebelum Jam 3 Subuh, Buka Puasa Jam 9 Malam!
Raja-raja Samanid juga membantu menyebarkan Islam dengan kegiatan dakwah mereka. Khususnya di sekitar kawasan yang berdekatan dengan Taraz. Sebagai catatan, Kekaisaran Samanid (Persia: Sāmāniyān), juga dikenal sebagai Kekaisaran Saman, Dinasti Samanid, Imarah Samanid, atau Samanids, adalah Kekaisaran Sunni Iran, yang memerintah dari 819 hingga 999, berpusat di Khorasan dan Transoxiana. Kekaisarannya mencakup seluruh Afghanistan saat ini, sebagian besar Iran, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Kirgistan, dan sebagian dari Kazakhstan dan Pakistan.
Lalu, pada akhir abad ke-14, Golden Horde (Mongol) menyebarkan Islam di antara suku Kazakh dan suku-suku Asia Tengah lainnya. Selama abad ke-18, pengaruh Rusia meningkat pesat ke wilayah tersebut. Dipimpin oleh Catherine (Catherine II, juga dikenal sebagai Catherine yang Agung (Yekaterina Velikaya), adalah Permaisuri Rusia dari 1762 hingga 1796, pemimpin wanita yang paling lama memerintah di negara itu), Rusia awalnya membiarkan Islam berkembang ketika ulama Muslim diundang ke wilayah itu untuk berdakwah kepada orang-orang Kazakh yang oleh Rusia dianggap "buas" dan "tidak peduli" moral dan etika.
Namun kebijakan Rusia berangsur berubah, menjadi melemahnya Islam dengan memperkenalkan unsur-unsur kesadaran kolektif pra-Islam. Upaya-upaya tersebut termasuk metode memuji tokoh-tokoh sejarah pra-Islam dan menimbulkan rasa rendah diri dengan mengirimkan orang-orang Kazakh ke lembaga militer Rusia yang sangat elit.
Baca juga : Sahur, Ifthar, dan Kiblat
Di saat yang sama, para pemimpin agama Kazakh malah berusaha membawa semangat keagamaan dengan menganut pan-Turkisme. Meskipun kemudian banyak yang mengalami penyiksaan.
Selama era Soviet, kaum Muslim Kazakhstan kian terdesak oleh ideologi Komunis saat itu. Namun belakangan, orang Kazakstan secara bertahap melakukan upaya yang gigih merevitalisasi institusi agama Islam setelah jatuhnya Uni Soviet. Meskipun tidak sangat mendasar, orang Kazakh terus mengidentifikasi diri dengan keyakinan Islam mereka.
Tokoh politik Kazakh juga misalnya, menekankan perlunya membangkitkan kesadaran Islam. Misalnya, Menteri Luar Negeri Kazakh (2007 hingga 2009), Marat Tazhin, menekankan bahwa Kazakhstan mementingkan penggunaan "Islam potensial positif, mempelajari sejarah, budaya, dan warisannya."
Baca juga : Nur-Sultan, Peraih Anugerah ‘Kota Perdamaian’ UNESCO
Sejak kemerdekaan Kazakhstan, aktivitas keagamaan kian meningkat signifikan. Pembangunan masjid dan sekolah agama dipercepat pada 1990-an, dengan bantuan keuangan dari Turki, Mesir, dan, terutama, Arab Saudi. Pada 1991, 170 masjid dibangun.
Saat itu diperkirakan 230 komunitas Muslim aktif di Kazakhstan. Sejak saat itu jumlah masjid meningkat menjadi 2320 pada 2013. Pada 2012 Presiden Kazakhstan meresmikan Masjid Sultan Khazret di Nur-Sultan (saat masih bernama Astana), Ibukota Kazakhstan. Masjid ini merupakan masjid terbesar tak hanya di Kazakhstajn, tapi juga dsi kawasan Asia Tengah. (Habis)
Muhammad Rusmadi,
Wartawan Rakyat Merdeka
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.