Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gus Halim: Selamat Jalan Buya Syafii Maarif, Guru Bangsa dan Pembimbing Kita Semua

Jumat, 27 Mei 2022 19:34 WIB
Foto: Humas Kemendes PDTT.
Foto: Humas Kemendes PDTT.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Buya Ahmad Syafii Maarif di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta, Jumat (27/5) pagi.

Sebagai tokoh bangsa yang berjasa di Organisasi Muhammadiyah maupun seluruh masyarakat Indonesia, Buya Syafii Maarif dikenal sebagai salah satu tokoh yang menggalakkan toleransi di Indonesia dengan visi pemikiran kebangsaanya.

Berita Terkait : Gus Halim Cek Langsung Kabel Fiber Optik Milik BUMDes Bolali Maju yang Disoal PT KAI

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya sebagai salah satu yang pernah mengenyam ilmu dari Beliau meski tidak secara langsung, saya merasa sangat kehilangan atas wafatnya beliau. Saya mendoakan semoga seluruh amal baik Beliau diterima oleh Allah SWT serta segala khilaf Beliau diampuni dan ditempatkan di sisi terbaik, di sisi Allah SWT," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini, Kamis (27/5).

Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar menilai, inti dari pemikiran atau visi dari seorang Buya Syafii Maarif adalah semangat kebangsaan dan ke-Islam-an yang mesti selaras dengan semangat ke-Indonesia-an dan kemanusiaan.

Berita Terkait : Gus Halim: Kebangkitan Indonesia Dimulai Dari Desa

Menurut Gus Halim, pandangan ini tercermin dari berbagai pendapat Buya Syafii Maarif terkait persoalan bangsa di antaranya Pancasila, pluralisme agama, politik, demokrasi, dan keadilan-kemanusiaan. Orientasinya adalah terciptanya hubungan senapas antara Islam, ke-Indonesia-an, dan juga kemanusiaan.

"Buya Syafii sejak dahulu memiliki visi pemikiran yang jelas tentang wawasan kebangsaan. Beliau juga memiliki satu prinsip yang jelas dan tegas tentang humanisme islam. Inilah yang kemudian membawa Beliau menjadi Pemimpin Nasional pada zamannya hingga menjadi Ketua Umum Muhammadiyah," tutur Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Berita Terkait : Gus Halim Ingatkan Terus Berinovasi Dan Profesional

Gus Halim mengungkapkan, dirinya mengenal Buya Syafii sejak menempuh pendidikan di UNY. Dirinya di Fakultas Ilmu Pendidikan, sedangkan Buya Syafii di Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS).

"Meski berbeda fakultas, saya bisa mengenal Beliau karena sejak saya kuliah di UNY, Beliau itu sudah menjadi Tokoh. Saya beberapa kali mengikuti ceramah Beliau, baik Pengajian di Masjid maupun di Kampus," ungkap Gus Halim.
 Selanjutnya