Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Depan Menaker Negara G20, Sekjen Kemnaker Beberkan Tiga Isu Strategis

Jumat, 25 Juni 2021 15:27 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi dalam pertemuan para Menteri Ketenagakerjaan anggota G20 Labour and Employment Ministers Meeting (LEMM) di Catania, Italia. (Foto: Ist)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi dalam pertemuan para Menteri Ketenagakerjaan anggota G20 Labour and Employment Ministers Meeting (LEMM) di Catania, Italia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi membeberkan tiga isu strategis di hadapan menteri ketenagakerjaan sejumlah negara. Menurutnya, negara yang tergabung dalam G20 perlu upaya extraordinary untuk mencapai target SDGs, yakni Decent Work and Economic Growth.

Anwar menyampaikan ini dalam pertemuan para Menteri Ketenagakerjaan anggota G20 (G20 Labour and Employment Ministers’ Meeting/G20-LEMM) di Catania, Italia. Menurutnya, dalam mencapai target tersebut, masing-masing negara harus berkontribusi dengan melaksanakan komitmen yang disepakati saat deklarasi menteri ketenagakerjaan G20 terkait tiga isu prioritas presidensi Italia.

Pertama, penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan setara bagi pekerja perempuan. Kedua, penyesuaian sistem perlindungan sosial yang adaptif dengan perubahan dunia kerja. Ketiga, memastikan pekerjaan digital dan teleworking yang tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.

"Ketiga isu prioritas ketenagakerjaan G20 sangatlah penting. Karena mencerminkan kondisi faktual ketenagakerjaan saat ini, sekaligus menjawab tantangan kita ke depan," ungkap Anwar dalam keterangannya, Kamis (24/6).

Berita Terkait : Sekjen Kemnaker Pamer UU Cipta Kerja Ke Amerika

Dalam mendukung ketiga isu prioritas tersebut, setidaknya ada empat perhatian pemerintah Indonesia. Pertama, Indonesia berkomitmen dalam upaya mengakselerasi partisipasi angkatan kerja perempuan di sektor formal, membangun kompetensi dan produktivitas pekerja muda perempuan, serta kesesuaian upah sesuai dengan nilainya.

Kedua, Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat pelaksanaan perlindungan sosial yang memadai, inklusif, berkelanjutan, efektif, dan dapat diakses untuk semua.

"Pelindungan sosial ke depan harus mampu menyentuh kelompok yang rentan, termasuk bagi pekerja disabilitas," terang Anwar.

Ketiga, terkait platform dan teleworking, Indonesia memiliki perhatian berkaitan dengan arrangement atau regulasi bagi platform pekerja remote dan pekerja digital. Meski begitu, penerapan regulasi ini perlu memperhatikan kesiapan dan kondisi masing-masing negara anggota G20 bekerja sama dengan mitra sosial dan didukung oleh organisasi internasional terkait.

Berita Terkait : Sekjen Kemnaker Ingin Anak Muda Mahir Teknologi

Keempat, Indonesia memastikan kondisi kerja yang aman dan sehat sebagai hak fundamental bagi pekerja di semua sektor. Dengan memanfaatkan sarana regulasi dan nonregulasi untuk melindungi pekerja, memperkuat kolaborasi dan koordinasi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, serta mendorong dialog sosial yang efektif.

Anwar yakin, kunci keberhasilan menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang makin kompleks ke depan adalah dengan kolaborasi antara pemerintah, industri, serikat pekerja atau serikat buruh, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan mitra pembangunan internasional yang setara dan produktif.

"Tindakan ini perlu didukung dengan mengedepankan prinsip-prinsip pekerjaan yang layak. Termasuk memperkuat dialog sosial, dan tidak meninggalkan siapapun," imbuh Anwar.

Pada kesempatan itu, ia tidak lupa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan G20 Employment Working Group dan LEMM di bawah Presidensi Italia dan Presidensi sebelumnya, Arab Saudi. Menurutnya, meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung, pertemuan ini menunjukkan bahwa kita memiliki semangat dan komitmen yang sama untuk mempercepat pemulihan, khususnya di sektor ketenagakerjaan.

Berita Terkait : Gus Menteri Minta Jajaran Kemendes PDTT Pahami Isu Strategis

Namun, Anwar berharap pertemuan hari ini tidak hanya menghasilkan komitmen yang telah dirumuskan dalam sebuah deklarasi, tetapi juga harus dapat diimplementasikan secara konkret di masa depan. "Saya juga berharap kesepakatan serta komitmen di antara negara G20 juga dapat mengakomodasi kepentingan negara-negara Non-G20 dan global," pungkasnya. [MEN]