Dark/Light Mode

7 Poin Disepakati, Termasuk Standar Minum Gaji

Nih, Konsep Baru Sistem Penempatan PMI Di Malaysia

Sabtu, 24 Juli 2021 09:45 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat menugaskan pejabat tinggi dari kedua negara membahas lebih lanjut secara teknis mengenai konsep One Channel System. Konsep itu merupakan pembaharuan kerja sama sistem penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi mengungkapkan, ada tujuh poin penting yang dibahas oleh perwakilan kedua negara sahabat itu. Pertama, Konsep One Channel System (OCS).

Berita Terkait : Kemnaker Harap Pekerja Lebih Produktif & Inovatif

"Ide dasar One Channel System untuk mengurangi biaya penempatan dan menyederhanakan prosedur penempatan, sesuai hukum dan regulasi yang berlaku di kedua negara," kata Anwar, saat memimpin Delegasi Pembahasan MoU Employment and Protection of Domestic Workers in Malaysia secara virtual, Jumat (23/7).

Hal tersebut mencakup penggunaan suatu sistem online yang menyediakan basis data terkait permintaan pekerjaan, pemberi kerja, dan ketersediaan tenaga kerja di sektor domestik.

Berita Terkait : 3 Tips Menaker Ida Awasi Naker di Masa PPKM Darurat

"Indonesia dan Malaysia akan melakukan integrasi sistem IT untuk implementasi OCS, serta akan melakukan pertemuan teknis guna membahas proses bisnis OCS," sambungnya.

Kedua, Konsep One Maid One Task. Dalam konsep ini, lanjutnya, Malaysia mengusulkan agar satu orang PMI domestik akan bekerja pada satu keluarga dengan jumlah anggota keluarga maksimal enam orang.

Berita Terkait : Peran Pusat Pasar Kerja, Sangat Penting!

"Deskripsi pekerjaan PMI tersebut akan tertera secara rinci dalam dokumen perjanjian kerja," ujar pria yang sebelumnya menjabat Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu.
 Selanjutnya