Dark/Light Mode

Percepat Vaksinasi, Ganjar Usul Sistem Pendaftaran Diperbaiki

Rabu, 20 Januari 2021 12:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. [Foto: jatengprov.go.id]
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. [Foto: jatengprov.go.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah pusat diusulkan memperbaiki sistem pendaftaran vaksinasi. Usulan ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Perbaikan sistem ini, menurutnya penting. Karena proses pendaftaran peserta vaksinasi kerap menjadi kendala.

“Harus ada terobosan. Karena sistem ini agak rigid (kaku). Praktiknya, yang sudah terdaftar di sistem, waktunya tidak bisa sesuai dengan sistem, kan sayang,” kata Ganjar saat meninjau proses vaksinasi di Puskesmas Manahan Solo, Selasa (19/1).

Berita Terkait : Semoga Pemulihan Ekonomi Dapat Berjalan Lebih Cepat

Beberapa usulan Ganjar terkait percepatan sudah dia sampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Salah satunya, proses pendataan sementara menggunakan cara manual. Data-data penerima vaksinasi dari pusat, diverifikasi secara manual di daerah. Selanjutnya, data tersebut diinput ke data pusat.

“Kita minta izin mendata manual saja, nanti kita yang input ke pusat. Kalau sistem itu terbuka, kita bisa genjot (vaksinasi) lebih cepat lagi. Tentunya harus tetap kredibel dan nakes menjadi prioritas,” jelas anggota DPR dari Fraksi PDIP 2004–2009 dan 2009–2013 ini.

Berita Terkait : Singapura Mulai Vaksinasi Covid-19

Dengan data manual, bila terjadi hal yang tidak sesuai di lapangan, bisa disesuaikan dengan cepat. Misalnya, jika dari 15 orang yang hadir hanya 8 orang, maka bisa dilanjutkan dengan data selanjutnya.

“Sebenarnya, umpama sistem itu boleh lebih dilonggarkan, ini teori dua hari selesai. Karena seluruh nakesnya mampu, seluruh kekuatannya ada. Tinggal atur jadwal kapan dilakukan,” imbuh Ganjar.

Baca Juga : Perbaikan Plant Perta Arun Gas Selesai, Pasokan Gas Kembali Normal

Ganjar terus mendorong Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk mengupayakan percepatan vaksinasi. Koordinasi dengan pemerintah pusat juga harus terus dilakukan. Agar minimal target 50 tenaga kesehatan divaksin di Puskesmas dan 200 di rumah sakit per hari, bisa segera terealisasi.

“Dengan percepatan itu, target selesainya bisa lebih cepat di awal bulan depan. Tinggal kita harus memperbaiki sistemnya dulu, dan kita mesti cermat soal pendataan,” pungkas Ganjar. [RSM]