Dark/Light Mode

Bangun Budaya Zero Tolerance for Harassment

Kemnaker Dorong Serikat Pekerja Perempuan dan Manajemen Dialog

Rabu, 13 Oktober 2021 11:30 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah berkomitmen memberdayakan pekerja perempuan, termasuk dalam hal perlindungan dan memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya.

Komitmen itu diwujudkan dengan terus mendorong pengurus serikat pekerja perempuan agar sering melakukan dialog sosial dengan manajemen perusahaan, tentang pentingnya membangun budaya zero tolerance for harassment.

Berita Terkait : Kondisi Ketenagakerjaan Tunjukkan Tren Positif

Hal ini bertujuan guna terwujudnya kenyamanan bekerja bagi perempuan. "Dialog sosial akan sangat berpengaruh dan memberikan manfaat bagi inklusivitas pekerja perempuan di dunia kerja,” kata Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, dalam keterangannya, Rabu (13/10).

Bentuk kekerasan atau pelecehan seksual, baik verbal maupun non verbal, tegasnya, tidak boleh terjadi atau menimpa pekerja, khususnya pekerja perempuan. Inisiasi dialog sosial dengan manajemen perusahaan harus datang dari perempuan, karena perempuan lebih memiliki kepekaan daripada laki-laki.

Berita Terkait : Kembangkan BLK Maritim, Kemnaker Apresiasi Pemerintah Austria

Perempuan, lanjut Anwar, yang harus proaktif berdialog, menyosialisasikan ke kalangan pekerja dan perusahaan melalui forum-forum yang ada di perusahaan. Tujuannya agar tidak boleh terjadi kekerasan dan pelecehan. "Jika sering dilakukan sosialisasi, maka ruang bagi siapapun yang akan melakukan kekerasan atau pelecehan menjadi tertutup," yakin Anwar.

Menurut dia, sosialisasi anti kekerasan atau pelecehan juga perlu dilakukan di luar tempat kerja, seperti keluarga dan lingkungan sosialnya. Selain itu, dialog sosial yang melibatkan organisasi maupun asosiasi akan sangat mendukung terlahirnya kebijakan-kebijakan yang dapat dijadikan pedoman, untuk tercapainya kesetaraan gender di tempat kerja dan memastikan kerja layak untuk semua orang.
 Selanjutnya