Dewan Pers

Dark/Light Mode

Margiono, Wartawan Yang Penuh Humor

Rabu, 2 Februari 2022 06:50 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana
Anggota Komisi Konstitusi MPR 2004

RM.id  Rakyat Merdeka - Oleh: Pof. Tjipta Lesmana
Peraih
Anugerah Press Card No 1 PWI Pusat              

Salah satu ciri khas almarhum H. Margiono, Ketua Umum PWI Pusat 2 periode, adalah pembawaannya yang sederhana, selalu ceria, juga humoris.

Berita Terkait : Strategi Xi Jinping Membabat Korupsi

Mungkin tidak ada jurnalis Indonesia, kecuali Margiono, yang mampu “mengocok” perut Presiden RI dengan leluasa, tanpa beban, Ibu Megawati Soekarnoputri dan Jokowi pun berhasil dibuat tertawa terbahak-bahak. Kok bisa? Karena konten candanya sama sekali tidak mengandung unsur “look down” apalagi menghina yang dijadikan obyek candanya.   

Syahdan, pada acara Peringatan Hari Pers Nasional di Batam, beberapa tahun yang lalu, waktu hampir menunjukkan dimulainya acara, toh belum juga ada tanda-tanda Presiden Jokowi dan rombongan VIP memasuki ruangan acara. Semua undangan sudah menunggu di kursi masing-masing, termasuk sejumlah Duta Besar/Perwakilan negara sahabat.

Berita Terkait : Korupsi Sebagai Produk Industri Hukum

Lama-kelamaan para undangan gelisah campur kesal. Datang tidak Kepala Negara? Panitia/MC tidak memberikan pengumuman apapun. Pada saat yang “kritis”, tiba-tiba diumumkan Bapak Wakil Presiden R.I., Jusuf Kalla segera memasuki ruangan. Baru sadar hadirin bahwa Jokowi tidak hadir, diwakilkan oleh Wakil Presiden.

Dalam kata sambutannya, Margiono selaku Ketua Umum PWI Pusat langsung “menembakkan pelurunya” ke arah JK dan Presiden Jokowi (meski tidak hadir) dengan melantunkan sebuah lagu dangdut yang sangat popular ketika itu – maaf saya lupa nama penyanyi itu – “Aduh sakit-sakit sekali hatiku, sakit sekali hatiku (Margiono sambil mengurut-urutkan dadanya), karena menunggu-nunggu Jokowi tidak juga datang!”
 Selanjutnya