Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ada sejumlah persoalan konseptual yang perlu ditinjau di dalam upaya memberdayakan perempuan menjadi perempuan karier atau profesional. Setidaknya ada tiga faktor yang perlu dikaji dalam hal ini yaitu faktor teologi, konsep keilmuan, dan faktor budaya.
Baca juga : Apa Yang Salah? (2)
Secara teologis, ada tiga hal yang sering menjadi tantangan bagi perempuan karier. Pertama, perempuan (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk Adam; kedua, perempuan diciptakan untuk melengkapi keinginan dan hasrat laki-laki; ketiga, perempuan menjadi penyebab utama kejatuhan manusia ke bumi. Mereka juga menggugat penetapan hak dan wilayah peran yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan, seperti soal warisan, perwalian, dan lain sebagainya.
Baca juga : Apa Yang Salah? (1)
Para pemerhati perempuan mulai dengan terang-terangan menyoroti pembagian peran yang diatur di dalam kitab-kitab Fikih, khususnya dalam bab al-ahwal al-syakhshiyyah, yang mengatur pembagian peran laki-laki dan perempuan. Hal ini bukan saja di lingkungan Islam tetapi juga di lingkungan agama lain seperti Kristen, Yahudi, dan agama-agama besar lainnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.