Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kita sering menyaksikan orang memperjuangkan Islam dengan definisi Islam yang tidak jelas. Pengertian Islam yang difahami berbeda dengan substansi ajaran Islam itu sendiri.
Baca juga : Islam Sebagai Agama Pembebasan (2)
Islam dalam arti tunduk dan pasrah, penuh dengan kelembutan dan kasih sayang difahamkan sebagai sebuah sistem ajaran yang menakutkan orang lain. Sejatinya, Islam itu rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi alam semesta, khususnya umat manusia, tetapi dicitrakan sebagai sebuah agama yang eksklusif bagi umat Islam (rahmatan lil muslimin).
Baca juga : Islam Sebagai Agama Pembebasan (1)
Terkadang, ada yang mati-matian memperjuangkan “Islam” tetapi sesungguhnya meperjuangkan budaya dalam mana Islam mewujudkan dirinya, bukan Islamnya itu sendiri. Yang paling sering terjadi memperatasnamakan Islam untuk kepentingan subyektifitasnya sebagai politisi, pebisnis, dan kepentingan profesi. Ayat-ayat dan hadis dipilih mana yang paling sesuai dengan kepentingan subyektifitasnya. Jika tidak ditemukan, mereka menafsirkan ayat atau hadis terlalu jauh atau kalau perlu mengarang hadis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.