Dark/Light Mode

Trend Islam di AS (59)

Perjumpaan Democracy dan Shuracracy (1)

Sabtu, 22 Juni 2019 07:52 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Murad Wilfried Hofmann, seorang muallaf dan mantan Dubes Jerman di Algeria dan Marocco, serta mantan Direktur Informasi NATO, mendalami dan mengidentifikasi apa yang dimaksud dengan konsep musyawarah (syura) dalam Fikih Siyasah Islam atau yang dijelaskan dalam Q.S. Ali Imran/3:159 dan Al-Sura/42:38, dan sejumlah hadist yang senafas dengan ayat tersebut.

Ia juga mendalami fakta sejarah dunia Islam yang menyuguhkan model-model suksesi yang amat beragam dipraktekkan dalam lintasan sejarah dunia Islam.

Baca juga : Kekuatan Dialog

Ia berpendapat, konsep demokrasi sebagaimana diperkenalkan dalam pemikiran platonisme tidak identik dengan konsep syura yang diperkenalkan di dunia Islam.

Menurutnya, yang lebih tepat ialah syuracracy (dari kata syura dan cracy). Dalam artikelnya yang berjudul ”Democracy or Shuracracy”, ia mengesankan sistem politik di dalam Islam, yang ia eksplorasi sendiri dari dalam Al-Qur’an, Hadist, dan para pemikir Islam, tidak persis sama dengan teori dan penerapan demokrasi sebagaimana yang berkembang di barat.

Baca juga : Fenomena Ibn Warraq Dan Fred Donner

Namun ia juga tidak setuju pendapat sejumlah pemikir fundamental muslim yang mempertentangkan Islam dengan konsep demokrasi, kemudian menggagas konsep teodemokrasi sebagaimana digagas oleh Al-Maududi dan kawan-kawan.

Ketika demokrasi dinilai gagal menjadi solusi terhadap problem kemasyarakatan, apalagi nilai-nilai demokrasi dianggap berbenturan dengan nilai-nilai kearifan lokal, maka pada saat itu resistensi demokrasi akan semakin kuat di dalam masyarakat tersebut.

Baca juga : Fenomena Mark A.Gabril

Dalam kondisi seperti ini masyarakat akan memunculkan konsep alternatif. Demokrasi di dalam berbagai konsep selalu mendasarkan pandangannya kepada hak-hak dan kebebasan manusia, baik individu maupun masyarakat.

Demokrasi yang lebih menekankan pentingnya kebebasan individu di dalam negara biasa disebut demokrasi liberal. Sedangkan demokrasi yang lebih menekankan pentingnya masyarakat di dalam negara biasa disebut demokrasi sosial.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.