Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pergeseran peta kekuatan dari central power yang dengan mudah dapat dilihat dominannya peran Pemerintah yang menggurita di masyarakat, kepada kekuatan masyarakat yang fenomenanya dapat dilihat pada penguatan Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), prosesnya kini sedang terjadi.
Baca juga : Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama [2]
Hubungan Pemerintah dan masyarakat dalam masyarakat pluralistik terlihat jarak sosial yang seimbang, karena manakala Pemerintah terlalu jauh mengintervensi urusan-urusan privat masyarakat, seperti agama, budaya, dan hak-hak politik masyarakat, akibatnya masyarakat lebih solid dan memiliki komunikasi langsung kepada Pemerintah melalui media-media sosial.
Baca juga : Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama
Dahulu, media-media publik dikendalikan di bawah Kementerian Penerangan. Masyarakat plural adalah suatu masyarakat yang terdiri atas berbagai unsur dengan subkulturnya masing-masing, lalu menjalin kesepakatan menampilkan diri sebagai suatu komunitas yang utuh. Berbeda dengan masyarakat heterogen yang unsur-unsurnya tidak memiliki komitmen ideologis yang kuat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.