Dark/Light Mode
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pergeseran peta kekuatan dari central power yang dengan mudah dapat dilihat dominannya peran Pemerintah yang menggurita di masyarakat, kepada kekuatan masyarakat yang fenomenanya dapat dilihat pada penguatan Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), prosesnya kini sedang terjadi.
Baca juga : Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama [2]
Hubungan Pemerintah dan masyarakat dalam masyarakat pluralistik terlihat jarak sosial yang seimbang, karena manakala Pemerintah terlalu jauh mengintervensi urusan-urusan privat masyarakat, seperti agama, budaya, dan hak-hak politik masyarakat, akibatnya masyarakat lebih solid dan memiliki komunikasi langsung kepada Pemerintah melalui media-media sosial.
Baca juga : Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama
Dahulu, media-media publik dikendalikan di bawah Kementerian Penerangan. Masyarakat plural adalah suatu masyarakat yang terdiri atas berbagai unsur dengan subkulturnya masing-masing, lalu menjalin kesepakatan menampilkan diri sebagai suatu komunitas yang utuh. Berbeda dengan masyarakat heterogen yang unsur-unsurnya tidak memiliki komitmen ideologis yang kuat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.