Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Amat banyak godaan bagi seorang pemimpin untuk melanggar amanah yang diembannya. Jika seseorang tidak sanggup memikul amanah tersebut sebaiknya dengan penuh kejantanan menolak atau menyerahkan kembali amanah itu kepada yang memberinya guna menyelamatkan semuanya.
Sebaiknya siapapun jangan terlalu berambisi meraih sebuah kedudukan atau jabatan pemimpin tetapi tidak didukung dengan kemampuan, yang pada akhirnya akan menyengsarakan rakyat atau orang yang dipimpinnya.
Baca juga : Pemimpin Harus Transparan
Dalam era sekarang ini, umumnya kepemimpinan bukan lagi bersifat personal, melainkan kolektif bahkan kolegial. Bisa saja ada orang di antara kepemimpinan kolektif itu yang tidak amanah bahkan menggerogoti amanah kolektif itu, masih bisa di-handle oleh kawan-kawannya yang lain, namun tanggung jawab secara personal di hari akhirat tidak akan gugur. Siapapun berbuat tidak amanah, baik sebagai perorangan, kelompok, atau kolegial tetap akan dimintai pertanggung jawababn di hari akhirat.
Ancaman berupa penutupan pintu surga dan kesulitan hidup duniawi bagi para pemimpin yang tidak amanah, tentunya ditambah dosa-dosa personal lain secara terpisah benar-benar akan diberikan kepada pemimpin yang tidak amanah.
Baca juga : Pemimpin Sebagai Abdi Masyarakat
Sebelum terlambat, siapapun yang memegang tampuk kememimpinan, besar atau kecil agar segera bertobat sebelum lengser atau sebelum dijemput malaikat maut. Masih ada waktu yang cukup untuk melakukan berbagai kebajikan guna menutupi rangkaian dosa masa lampau yang pernah diperbuat. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat bagi para pendosa. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.