Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dalang Wayang Politik
Sebelumnya
Seperti biasa, suasana di Padepokan Klampis Ireng terasa damai dan tenang. Kicauan burung Prenjak dan Tekukur saling bersahutan menambah asri suasana pagi yang cerah. Kopi pahit dan ubi rebus selalu setia menemani sarapan pagi Romo Semar.
Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata di mana Durna pamer kesaktian dengan memainkan rumput Kalanjana di depan para satria Pandawa dan Kurawa.
Kocap kacarito, Patih Sengkuni berhasil merebut minyak Tala dari genggaman Begawan Abiyasa. Minyak Tala merupakan pusaka dewa dari Khayangan yang diberikan kepada Pandu Dewanata.
Baca juga : Bisikan Salya Jelang Baratayuda
Minyak Tala kalau dioleskan tidak akan mempan oleh senjata apa pun. Sebelum mangkat, Pandu menitipkan pusaka minyak Tala kepada Abiyasa untuk diberikan anak-anaknya Pandawa. Namun, Kurawa berhasil merebut minyak Tala dari Abiyasa.
Bima marah kepada Sengkuni dan berhasil merebut kembali minyak Tala. Untuk menghindari penyalahgunaan pusaka, Bima membuang minyak Tala. Minyak Tala jatuh ke dalam sumur tua. Kurawa berusaha mengambil kembali cupu yang berisi minyak Tala. Tapi tidak berhasil karena sumur terlalu dalam.
Dalam keadaan bingung, datang Dahyang Kumbayana atau Durna yang menawarkan diri mengambil minyak Tala dari dasar sumur. Kumbayana menggunakan rumput Kalanjana untuk menarik cupu minyak Tala. Rumput yang disambung menyerupai seutas tali berhasil mengambil cupu sakti tersebut.
Baca juga : Rasisme Sayembara Mandura
Akhirnya Durna diangkat menjadi guru Pandawa dan Kurawa atas jasa menyelamatkan minyak Tala dari sumur. Selain menjadi guru darah Barata, Durna diberi wilayah kekuasaan di Padepokan Sokalimo.
"Politik rumput dapat menyelamatkan dan menyesatkan, Mo. Tergantung dari mana melihatnya,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Rumput bisa bermakna suara rakyat,” jawab Semar pendek.
“Namun, rumput bisa juga dimaknai sebagai sarana untuk kepentingan tertentu. Seperti Durna memainkan isu rumput Kalanjana untuk menarik simpati Kurawa,” jawab Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.