Dark/Light Mode

Memilih Pemimpin Berpengetahuan Geopolitik Dan Geostrategi Indonesia

Senin, 24 Juli 2023 14:07 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Hal-hal demikian semakin mendesak lagi mengingat dewasa ini dinamika jelang Pemilu 2024 sudah semakin menderu. Maka dalam konteks pemilu, geopolitik dan geostrategi memiliki peran yang penting dalam mempengaruhi pilihan pemilih.

Lantas siapakah (calon) pe­mimpin itu? Bung Karno, dengan jelas memberitahukan bahwa: “Seorang pemimpin harus memiliki keberanian dan kebijaksanaan untuk mengambil keputusan yang sulit. Dia harus memiliki visi jauh ke depan dan kemampuan untuk memimpin dengan contoh yang baik.”

Dasar-dasar pondasi itulah yang membuat negara stabil dan bangsa pun demikian ­solid, karena apa yang diletakan Bung Karno terhadap konsepsi geopolitik, geostrategi, dan etika pemerintahan –bukanlah doktrin yang mudah robek, maka konsepsi-konsepsi ini selalu hadir.

Baca juga : Pemuda Dorong Optimalisasi Cadangan Migas Indonesia

Hal ini relevan dan aktual manakala di tahun politik ini warga negara sibuk mengkalkulasi calon pemimpin yang ideal. Oleh karenanya konsepsi ini bisa menjadi panduan untuk memberikan krieteria bahwa pemimpin yang ideal itu adalah profil kombinasi dari kualitas kepemimpinan yang strategis, etika pemerintahan yang kuat, dan pemahaman yang baik tentang dinamika geopolitik dan geostrategi.

Ini kemimpinan strategis yang selalu memahami kondisi internal dan eksternal negara, lalu mengidentifikasi ­peluang dan tantangannya, serta mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai keunggulan kompetitif dan keberhasilan jangka panjang bangsa secara keseluruhan.

Pemimpin seperti ini akan mampu membawa bangsa dan negara, atau masyarakat, menuju masa depan yang lebih baik dan lebih stabil di tengah tantangan kompleks dunia modern.

Baca juga : Kece Banget! Stasiun KA Cepat Dihias Motif Khas Indonesia

Untuk itu calon pemimpin tampil dalam ajang kampanye pesta demokrasi harus cerdas. Isu-isu global dan nasional, keamanan, hubungan luar negeri, dan alokasi sumber daya alam dan manusia –ketika menjadi fokus tema kampanye calon pemimpin dalam pemilu, maka ini dapat membentuk pan­dangan dan preferensi pemilih terhadap calon pemimpin.

Maka sebaiknya memilih pemimpin ideal dalam pemilu dengan berdasarkan pertim­bangan yang matang dan partisipasi aktif, sehingga para pemilih dapat memberikan ­suara mereka kepada pemimpin yang dapat membawa kepada hal positif dan melayani kepen­tingan masyarakat dengan baik.

Dari situlah Pencasila mengejawantahkannya secara tepat. Dengan demikian rele­vansi dan konteks geopolitik, geostrategi, dan etika peme­rintahan ­dengan Pancasila sangat penting ­untuk dipahami sebagai panduan dalam memiliih pemimpin di dalam kepemimpinan strategis.

Baca juga : Idris Laena Puji Kinerja Positif Semen Indonesia

Prof. Dr. Ermaya ­Suradinata, SH, MH, MS, adalah ­mantan Dirjen ­Sospol Depdagri RI, Rektor IPDN, Gubernur ­Lemhannas RI, dan saat ini Dewan Pakar Bidang ­Geopolitik dan Geostrategi BPIP RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.