Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Polarisisasi politik yang kuat dalam satu negara juga dapat merembet ke wilayah tetangga, dan berdampak pada stabilitas regional. Maka di sini perpecahan politik dalam satu negara bisa memicu ketegangan antara negara-negara tetangga yang mendukung kelompok-kelompok berbeda dalam polarisasi tersebut. Dari itu ketidakstabilan dalam satu negara dapat menggoyahkan kawasan sekitarnya, terutama jika pertikaian internal meluas menjadi konflik bersenjata.
Hal yang tidak kalah mengerikan pula bahwa polarisasi politik dapat mengganggu hubungan internasional suatu negara dengan sekutu dan mitra strategis. Negara yang menghadapi polarisasi harus mengevaluasi ulang kemitraan mereka, dan memilih bagaimana mengelola hubungan luar negeri mereka dalam konteks geopolitik yang berubah. Jadinya hubungan internasional yang kompleks dan kemitraan geopolitik ini semakin sulit dipelihara.
Terlebih Indonesia, dengan populasi yang beragam dan wilayah yang luas, selalu menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas politik dan keamanannya. Khususnya di tahun politik, ketika proses pemilihan umum dan perubahan kepemimpinan berlangsung, perpecahan sosial dan politik seringkali menjadi risiko nyata. Dalam konteks ini, geopolitik Indonesia memainkan peran penting dalam mencegah perpecahan yang dapat mengancam kestabilan negara ini.
Baca juga : Aplikasi i-Pubers, Pupuk Indonesia Siap Tingkatkan Pelayanan Petani Nasional
Oleh karena itu harus ada upaya mengelola geopolitik di tahun politik ini secara tepat guna. Upaya ini mengacu pada serangkaian langkah dan tindakan yang diambil oleh pemerintah dan pemangku kepentingan utama, untuk menjaga stabilitas dan menghindari perpecahan di negara selama periode politik yang penting, seperti pemilihan umum dan perubahan kepemimpinan.
Hal tersebut demikian penting karena dalam konteks politik, isu-isu geopolitik dapat menjadi sangat relevan dan berdampak pada dinamika internal negara. Di mana memastikan bahwa proses pemilihan umum berjalan dengan transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokratis. Untuk itu melibatkan penyelenggaraan pemilu yang bebas dari manipulasi, penyalahgunaan kekuasaan, atau tindakan curang sehingga hasil pemilu.
Dalam menjalankan semua aspek ini, pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya harus menjaga kesadaran akan implikasi geopolitik dalam semua kebijakan dan tindakan yang ambil. Hal ini akan membantu mencegah eskalasi perpecahan dan konflik selama periode politik yang krusial. Dengan begitu geopolitik Indonesia memainkan peran penting dalam mencegah perpecahan di tahun politik.
Baca juga : Indonesia-Jepang Kerja Sama Cegah Penyalahgunaan Teknologi Dalam Aksi Terorisme
Dengan pendekatan yang bijak dan berbasis kepentingan nasional, Indonesia tentu saja bisa menghadapi tantangan-tantangan besar dengan sukses. Maka penting bagi pemimpin dan masyarakat Indonesia untuk bekerja sama untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan di tahun-tahun politik yang kritis. Dengan demikian, Indonesia dapat terus bergerak maju sebagai negara demokratis dan berdaulat di kawasan Asia Tenggara. Hal ini diperlukan untuk menjaga stabilitas regional, menjaga hubungan internasional yang seimbang, dan memastikan kepentingan nasional serta global agar tetap terjaga dalam lingkungan yang dinamis.
Sedangkan untuk di dalam negeri, diharapkan kepada segenap para pemimpin politik, agar semakin memiliki peran penting dalam meredam polarisasi politik. Diharapkan menjadi pemimpin yang selalu berusaha untuk mengedepankan dialog, rekonsiliasi, dan kerjasama antar-kelompok dapat membantu mengurangi polarisasi. Sebaliknya, pemimpin yang memanfaatkan perpecahan politik, untuk kepentingan pribadi atau politik, dapat memperparah situasi.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya