Dark/Light Mode

Teologi Lingkungan Hidup (112)

Resakralisasi Alam Semesta: Memperbaharui Sistem Teologi (2)

Kamis, 18 Januari 2024 05:32 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Bagi Thomas, iman dan akal budi saling melengkapi dan bukannya saling bertentangan, masing-masing memberikan pandangan yang berbeda tentang kebenaran yang sama.

Perbedaan antara iman dan akal muncul dari kekurangan ilmu pengetahuan alam atau penafsiran kitab suci. Iman dapat menyingkapkan misteri ilahi yang luput dari pengamatan ilmiah.

Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Memperbaharui Sistem Teologi (1)

Di sisi lain, sains dapat menunjukkan di mana manusia yang fana salah menafsirkan metafora kitab suci sebagai sebuah pernyataan fakta secara harfiah.

Esensi Tuhan dibahas dengan pertama kali mengajukan pertanyaan apa dan siapa Tuhan itu, lalu digambarkan apa yang bukan Tuhan (teologi negatif). Ia menjembatani kesenjangan pemahaman antara keberadaan esensi dan keberadaan eksistensi.

Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Dampak Desakralisasi Alam Semesta (2)

Dalam Summa Theologicanya ia menjelaskan bukti-bukti keberadaan akan adanya Tuhan. “Dia yang merupakan tindakan keberadaan tertinggi”. Sesungguhnya Tuhan itu sederhana, tidak ada komposisi di dalam diri Tuhan. Makna “Aku Adalah Aku” bukanlah sebuah misteri yang harus dijawab, tetapi sebuah pernyataan tentang esensi Tuhan. Bagi Thomas, esensi Tuhan tidak dijelaskan dengan analogi negatif, tetapi “esensi Tuhan adalah mengada”.

Pendapat Thomas Aquinas tentang alam semesta mirip dengan teolog Timur sebagaimana diuraikan dalam artikel terdahulu, khususnya pendapat Ibn ‘Arabi, seorang teofani muslim kelahiran Spanyol yang sezaman dengannya. Hanya saja Ibn ‘Arabi lebih rinci dan konklusinya berbeda. Mungkin yang lebih mirip ialah pendapat Pantheisme yang menganggap alam sebagai pancaran Tuhan, sehingga alam semesta ini sakral.

Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Dampak Desakralisasi Alam Semesta

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 18 Januari 2024 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (112), Resakralisasi Alam Semesta: Memperbaharui Sistem Teologi (2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.