Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Norma hukum “Al-Qur’an Tadwini” secara sederhana dapat difahami sebagai hukum syar’i yang khusus diperuntukkan untuk manusia, tidak kepada makhluk lain selainnya.
Baca juga : Mengenal Norma Hukum “Al-Qur`an Takwini”
Manusia mempunyai kekhususan dan keistimewaan tersendiri sebagai khalifah, atau representatif Allah SWT untuk mengatur alam semesta ini sebagaimana ditegaskan di dalam ayat: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Q.S. Al-Baqarah/2:30).
Baca juga : Mengenal “Al-Qur’an Tadwini”
Norma-norma hukum tersebut di sini diistilahkan sebagai hukum tadwini atau hukum tasyri’, merupakan hukum ekstra (ikhtiyary) yang hanya ditujukan kepada manusia, yaitu hukum yang membantu menusia untuk mencapai martabat utama dalam suasana harmonis antara sesama manusia dan alam semesta (wajaba ‘alaihi).
Baca juga : Mengenal ``Al-Qur’an Takwini``
Orang yang tunduk kepada ketentuan syari’ah disebut muslim, sebagaimana disebutkan dalam ayat: Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. (Q.S. Al-Maidah/5:48).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.