Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Indonesia, dengan Pancasila sebagai pedoman, dapat memainkan peran yang lebih besar dalam upaya-upaya global seperti penyelesaian konflik, kesejahteraan global, dan pelestarian perdamaian dunia.
Ini menjadi tanda nyata bahwa Pancasila dapat digunakan sebagai dasar bagi Indonesia untuk berperan sebagai pemimpin dalam upaya-upaya internasional. Nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan keberlanjutan yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi landasan bagi inisiatif dan kolaborasi global yang memengaruhi isu-isu penting seperti perubahan iklim, kesejahteraan global, dan penyelesaian konflik.
Pancasila tetap relevan dan aktual dalam era globalisasi, karena memadukan nilai-nilai universal dengan kekhasan budaya Indonesia. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi panduan yang berharga dalam menghadapi perubahan global yang cepat dan kompleks. Selain itu, Pancasila dapat digunakan untuk mempromosikan kerja sama internasional, perdamaian, dan keadilan di panggung dunia.
Dalam era globalisasi dewasa ini ada konteks persaingan ideologi dengan ideologi-ideologi lain di dunia. Menelisik hal ini, Pancasila memiliki sejumlah fitrah yang dapat menjadi kekuatan bagi Indonesia, antara lain memperkokoh kerangka toleransi dan pluralisme, memperteguh keadilan sosial, serta kebahagiaan merayakan kebhinnekaan.
Baca juga : Menegakkan Pancasila Pasca-Pemilu 2024
Sebutlah pada kerangka toleransi dan pluralisme, di mana Pancasila menghormati pluralisme dan nilai-nilai kemanusiaan, yang membuatnya relevan dalam masyarakat multikultural yang semakin terinterkoneksi. Ini dapat menjadi kontras dengan ideologi-ideologi lain yang mungkin lebih eksklusif atau ekstrem dalam pendekatannya.
Adapun salah satu prinsip Pancasila adalah “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” – prinsip ini selau relevan dan aktual dalam era globalisasi dewasa ini. Dalam era globalisasi yang seringkali diwarnai oleh ketidaksetaraan ekonomi yang semakin meningkat, maka nilai-nilai “keadilan sosial” menurut Pancasila dapat menjadi daya tarik bagi negara-negara lain yang mencari solusi untuk masalah ketidaksetaraan.
Baca juga : Implementasi Etika Pancasila Di Bulan Suci
Sedangkan konsep kebhinekaan Indonesia, yang menghargai keragaman budaya, agama, dan etnis, adalah aset berharga dalam persaingan ideologi global. Ini membantu Indonesia mempromosikan perdamaian, toleransi, dan harmoni antarberagam dalam masyarakat internasional.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI dan mantan Direktur Jenderal Sosial Politik Depdagri RI. Kini menjabat Ketua TIM Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya