Dark/Light Mode

Pancasila Di Era Globalisasi: Indonesia Kian Terkukuhkan

Senin, 1 April 2024 08:05 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Indonesia, dengan Pancasila sebagai pedoman, dapat memainkan peran yang lebih besar dalam upaya-upaya global seperti penyelesaian konflik, kesejahteraan global, dan pelestarian perdamaian dunia.

Ini menjadi tanda nyata ­bahwa Pancasila dapat digunakan ­sebagai dasar bagi Indonesia untuk berperan sebagai pemimpin dalam upaya-upaya internasional. Nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan keberlanjutan yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi landasan bagi inisiatif dan kola­borasi global yang memengaruhi isu-isu penting seperti perubahan iklim, kesejahteraan global, dan penyelesaian konflik.

Baca juga : Dubes Prancis Untuk Indonesia Fabien Penone Banggakan Kemampuan Siswa Program France Track

Pancasila tetap relevan dan aktual dalam era globalisasi, karena memadukan nilai-­nilai universal dengan kekhasan budaya Indonesia. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi panduan yang berharga dalam menghadapi perubahan global yang cepat dan kompleks. Selain itu, Panca­sila dapat digunakan untuk mempromosikan kerja sama internasio­nal, perdamaian, dan keadilan di panggung dunia.

Dalam era globalisasi dewasa ini ada konteks per­saingan ­ideologi dengan ideologi-­ideologi lain di dunia. Menelisik hal ini, Pancasila memiliki sejumlah fitrah yang dapat menjadi kekuatan bagi Indonesia, antara lain memperkokoh kerangka toleransi dan pluralisme, memperteguh keadilan sosial, serta kebahagiaan merayakan ke­bhinnekaan.

Baca juga : Menegakkan Pancasila Pasca-Pemilu 2024

Sebutlah pada kerangka tole­ransi dan pluralisme, di mana Pancasila menghormati plu­ralisme dan nilai-nilai kemanusiaan, yang membuatnya relevan dalam masyarakat multikultural yang semakin terinter­koneksi. Ini dapat menjadi kontras ­dengan ideologi-ideologi lain yang mungkin lebih eksklusif atau ekstrem dalam pendekatannya.

Adapun salah satu prinsip Pancasila adalah “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” – prinsip ini selau relevan dan aktual dalam era globalisasi dewasa ini. Dalam era globali­sasi yang seringkali diwarnai oleh ketidaksetaraan ekonomi yang semakin meningkat, maka nilai-nilai “keadilan sosial” menurut Pancasila dapat menjadi daya tarik bagi negara-negara lain yang mencari solusi untuk masalah ketidaksetaraan.

Baca juga : Implementasi Etika Pancasila Di Bulan Suci

Sedangkan konsep kebhi­nekaan Indonesia, yang menghargai keragaman budaya, agama, dan etnis, adalah aset berharga dalam persaingan ideo­logi global. Ini membantu Indonesia mempromosikan perdamaian, toleransi, dan harmoni antarberagam dalam masyarakat internasional. 

Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah ­mantan Gubernur ­Lemhannas RI dan mantan Direktur ­Jenderal Sosial Politik Depdagri RI. Kini menjabat Ketua TIM Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.