Dark/Light Mode

Teosofi Haji (41)

Ka’bah Sebagai Rumah Pembebasan

Kamis, 18 Juli 2024 05:57 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Pelajaran berharga yang kita peroleh dari drama kosmik ini ialah kita tidak boleh jatuh di dalam lubang yang sama seperti kata pepatah. Ayat Al-Qur’an juga menyatakan hal yang sama:

Hai anak Adam, janganlah seka­li-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluar­kan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihat­kan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman”. (Q.S. Al-A’raf/7:27).

Baca juga : Meneguhkan Visi Kehidupan

Perjalanan ibadah haji bagaikan napak tilas siklus perjalanan kos­mik. Kita seolah menjadi pemeran utama di dalam drama kosmik itu. Dan yang amat penting, kita terasa berada di dalam perjalanan pulang ke kampung halaman rohani kita di syurga, tempat nenek moyang kita Adam dan Hawa diciptakan.

Tempatnya para Nabi dan para kekasih Tuhan yang lainnya. Bahkan kita pun merasa bagian dari kekasih Tuhan yang diundang secara khusus ke rumah-Nya, Baitullah, rumah pembebasan (Bait al-‘Atiq).

Baca juga : Mengenal “Al-Qur’an Takwini”

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 18 Juli 2024 dengan judul "Teosofi Haji (41) Ka’bah Sebagai Rumah Pembebasan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.