Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Di mana batas Tanah Haram yang dikatakan dalam ayat penuh berkah? Dalam beberapa ayat dan hadis Mekkah dsebut kota penuh berkah. Di antaranya disebutkan dalam ayat: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S. Al-Isra’/17:1). Dalam ayat lain disebutkan: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. (Q.S. Ali ‘Imran/3:96).
Dalam hadis digambarkan pahala shalat di Mekkah sebanyak 100.000 kali perbandingannya daripada shalat di luarnya selain kota Madinah.
Baca juga : Ka’bah Sebagai Rumah Pembebasan
Pertanyaan kita ialah wilayah kota Mekkah yang mana? Apakah sebatas pelataran Ka’bah atau seluruh batas tanag haram yang ditandai dengan rambu-rambu perbatasan oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabiah? Dalam ayat dan hadis tidak diungkapkan secara pasti batas wilayah Mekkah yang dianggap berkah.
Dalam ayat pertama di atas disebutkan kota Mekkah yang “telah kami berkahi sekelilingnya” (alladzi barakna haulahu). Sedangkan dalam ayat kedua hanya dikatakan “Bakkah yang diberkahi: (Makkah mubarah). Dalam hadis juga tidak ada penjelasan secara tegas. Karena ketidak tegasan itu maka kalangan ulama berbeda pendapat.
Baca juga : Meneguhkan Visi Kehidupan
Ada yang mengatakan seluruh batas kota Mekkah, yang lainnya mengatakan batas tanag haram di dalam kota Mekkah, dan pendapat lain juga ada mengatakan sebatas pelataran Ka’bah.
Syekh Ibnu ‘Arabi dalam kitabnya “Al-Mubasysyirat” menceritakan, ketika suatu saat menyelenggarakan haji/umrah, ia mengalami peristiwa akaib. Ia tiba-tiba berjumpa dengan sahabat Nabi Abu Bakar. Tidak dijelaskan apakah dalam mimpi (al-manamat) atau perjumpaan spiritual (al-waqi’iyyat). Ia menyapa Abu Bakar dan menanyakan, di manakah batas yang kalau kita shalat mendapatkan 100.000 pahala?
Baca juga : Mengenal “Al-Qur’an Takwini”
Apakah di pelataran Ka’bah atau di seluruh wilayah kota Mekkah. Abu Bakar menjawab, yang saya ketahui di masa Nabi yang termasuk dalam wilayah itu ialah seluruh kota Mekah yang diberi batas sebagai Tanah Haram. Setelah itu Abu bakar pergi. Pengalaman spiritual ini adalah satu di antara sekian banyak pengalaman spiritual Syek Ibn Arabi yang dihimpun di dalam kitab tersebut di atas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.