Dark/Light Mode

Dimulai Dengan Niat Yang Luhur

Sabtu, 20 Juli 2024 05:52 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Niat yang luhur untuk selalu menyadarkan diri merupakan salah satu upaya untuk merawat kemabruran ibadah. Penciptaan kondisi batin yang diawali dengan niat dan tekad yang suci merupakan unsur yang amat penting di dalam merawat kemabruran ibadah.

Niat yang luhur bukan diucapkan tetapi dihayati dan diresapi sedalam-dalamnya sehingga terasa bahwa sesungguhnya usaha dan peker­jaan yang kita lakukan kita berbagi (share) dengan Tuhan.

Keunggulan yang kita miliki ialah kekuatan niat. Kita tidak boleh lupa bahwa diri kita sebagai manusia berduplikasi dengan unsur mineral (jasadiyyah), tumbuh-tumbuhan (nabatiyyah), dan hewan (hayawaniyyah). Kita berada setingkat di atas binatang karena unsur spiritual (ruhiyyah).

Baca juga : Batas Tanah Haram

Dengan mengingat itu semua maka segenap tantangan bisa diatasi. Kita sadar betul bahwa yang membedakan kita dengan binatang hanyalah unsur spiritualitas itu. Perbuatan yang kita lakukan tanpa melibatkan niat dan perencanaan yang matang maka sesungguhnya itu adalah perbuatan binatang (animal working). Jika perbuatan itu dilakukan melalui niat dan perencanaan yang matang maka itulah perbuatan manusia (human working). Jika perbuatan yang di­lakukan di samping dengan niat dan perencanaan matang, juga dilakukan dengan melibatkan unsur spiritu­alitas kita yang lebih dalam maka sesungguhnya perbuatan itu disebut perbuatan yang berkeilahian (Divine working). Divine working inilah yang akan menghadirkan berkah dalam kehidupan kita.

Jika diilustrasikan pada perbuatan suami isteri yang tidak melibatkan niat dan spiritualitas, melainkan hanya nafsu semata, maka sesungguhnya yang berhubungan suami isteri itu adalah binatang (animal sexuality). Akibatnya pun bisa ditebak bahwa yang lahir dari perbuatan itu adalah “anak binatang”. Jangan melulu menyalahkan anak-anak remaja sekarang diwarnai dengan tawuran dan pekelahian, karena mereka itu adalah produk animal working.

Apapun pruduk animal working akan berpotensi merugikan orang lain, sungguhpun menguntungkan dirinya sendiri.

Baca juga : Ka’bah Sebagai Rumah Pembebasan

Penyingkiran dunia spiritual di dalam prilaku manusia bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi juga akan merugikan orang lain, bahkan juga lebih para akan dialami alam raya.

Despiritualisasi dan dehumanisasi setiap dunia usaha, sebagaimana yang menggejala di dalam masyara­kat, sudah sangat memprihatinkan. Ada kecenderungan semua paradiga cenderung didominasi oleh unsur kebinatangan kita. Pertimbangan nilai-nilai luhur kemnusiaan dan keagamaan sudah tergerus oleh nilai-nilai fragmatisme.

Segalanya diukur berdasarkan untung-rugi, bukan lagi wajar atau tidak wajar, baik atau tidak baik, benar atau salah. Akal-budi atau akhlaqul karimah tidak lagi aktif di dalam masyarakat. Bahkan banyak orang yang tega berpesta dan membanguni­stana di atas puing-puing kehancuran saudaranya sendiri.

Baca juga : Meneguhkan Visi Kehidupan

Jika pola kehidupan sudah seperti itu dan tidak ada usaha untuk mengatasinya, maka itu pertanda ‘lampu kuning’ bagi dunia kemanusiaan kita. Jika demikian adanya maka alam raya pun enggan menerima kehadiran kita sebagai khalifahnya. Bahkan sebaliknya ia akan menunjukkan pembangkangannya dengan berbagai cara. Termasuk di antaranya dengan anomali cuaca yang sulit diprediksi, bencana alam merajalela, gunung-gunung batuk berjamaah, dan virus asing bermunculan di mana-mana. Jika hal-hal seperti ini muncul maka mungkin inilah yang disebut Nabi sebagai tanda-tanda kecil (‘alama al-shugra) hari kiyamat akan tiba.

Dengan demikian niat luhur untuk senantiasa merawat kelestarian kemabruran ubudiyah selama sebulan Ramadhan diharapkan bisa terpelihara kesuciannya dengan niat yang luhur dan keinginan yang kuat untuk selalu dekat dengan Allah SWT.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 20 Juli 2024 dengan judul "Dimulai Dengan Niat Yang Luhur"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.