Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Setiap jamaah haji pasti pernah mengalami berbagai macam cobaan. Baik sebelum berangkat, Ketika di sana, maupun sesudah Kembali ke tanah air. Contoh kongkrit, misalnya menjelang keberangkatan jamaah haji kita warga bangsa Indonesia baru saja menyelesaikan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Sudah barang tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Diharapkan kepada jamaah haji, baik yang dukungannya menang maupun yang belum beruntung, agar bisa menerima kenyataan. Semoga pelaksanaan haji tahun ini bisa menjadi Pelajaran berharga bagi para jamaah. Bisa berusaha belajar untuk menerima kenyataan tanpa ada kegundahan.
Baca juga : Fenomena New Consciousnes
Kenyataan apapun yang datang pada diri kita perlu diresponi secara positif, sungguhpun itu hal-hal yang tidak membahagiakan. Bahasa agamanya ialah kita harus bersabar dan berani menerima kenyataan hidup. Orang yang sabar ketika ia dilanda kekecewaan pasti Allah SWT akan memberikan bonus dalam bentuk peningkatan anak tangga kedekatan dengan diri-Nya. Bagi orang yang bersahabat dengan kesabaran hidupnya akan tenang karena selalu positive thinking terhadap Allah SWT. Jika ia ditimpa musibah ia menganggapnya sebagai ‘surat cinta’ Tuhan terhadap dirinya. Mungkin Tuhan merindukan dirinya sehingga diutus musibah itu kepada dirinya. Memang seringkali ujian musibah itu lebih cepat menyadarkan diri seseorang kepada Tuhannya ketimbang dalam bentuk ujian kenikmatan. Jarang orang bisa lebih dekat secara emosional kepada Tuhannya pada saat diuji dengan kemewahan dan kenikmatan. Justru dengan ujian berupa musibah dan kekecewaan hidup seseorang bisa lebih efektif berpaling menuju Tuhannya.
Baca juga : Mengontrol Social Saving
Orang-orang yang sabar dalam menjalani kehidupannya seringkali merasakan keajaiban langsung dari Allah SWT. Kita jangan pernah memandang enteng orang-orang sabar karena ia selalu berada dalam pengawasan Allah dan malaikat-malaikatnya, sebagaimana di dalam firmannya: Innallaha ma’a al-shabirin (sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang sabar)
Baca juga : Dimulai Dengan Niat Yang Luhur
Sabar adalah salahsatu anak tangga yang mesti dilalui oleh orang-orang yang mendambakan keberuntungan, termasuk keberhasilan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sabar dalam Al-Qur’an tidak identik dengan pendiam, atau tidak melawan ketika dianiaya. Substansi sabar ialah melakukan pengendalian diri di saat kita memiliki kemampuan. Kemampuan untuk mencekal berbagai keinginan nafsu disaat kita memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu. Misalnya, kita memiliki uang untuk membeli sesuatu tetapi nurani memberikan bisikan bahwa tidak etis membeli sesuatu itu di saat tetangga disekitar kita sedang menderita. Kita memiliki kemampuan untuk membalas tetapi kita maafkan oarang itu. Kita menekan amarah dan mengembalikan segala persoalan kepada Allah SWT.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.