Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Sabar selalu banyak ujiannya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (Q.S. al-Baqarah/2:155I). Sabar yang sesungguhnya ialah kemampuan untuk mempertahankan kesabaran di tengah ujian-ujian itu. Sabar seperti inilah yang dapat mengundang anak tangga berikutnya yang kita kenal dengan wara’ yakni sikap proteksi diri yang amat tinggi terhadap dosa dan maksiyat. Orang-orang yang berhasil mempertahankan kesabaran sebagai sikap hidupnya maka mereka akan senantiasa bersama dengan Allah SWT. Orang-orang yang sabar akan memperoleh keutamaan-keutamaan dari Allah SWT.
Baca juga : Fenomena New Consciousnes
Secara umum sabar bisa dibagi kepada tiga bagian, pertama, sabar di dalam melakukan ketaatan, baik ketaatan yang bersifat fardlu atau wajib maupun ketaatan untuk menjalankan sesuatu yang bersifat sunnat. Kedua, sabar di dalam menjauhi dosa dan maksiyat. Ketiga, sabar di dalam menerima cobaan Allah SWT, misalnya cobaan dalam bentuk musibah, kekecewaan, atau penyakit. Ujung dari setiap kesabaran adalah kebahagiaan, oleh karena itu kita tidak perlu menjalani hidup ini dengan pesimistik. Kita diminta selalu untuk optimis dan berkarya: “Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. al-Taubah/9:105).
Baca juga : Mengontrol Social Saving
Seberat apapun kenyataan yang dihadapi, jika kita serahkan kepada Allah SWT, maka akan terasa lebih ringan. Allah SWT selalu memberikan banyak solusi bagi setiap kesulitan yang dihadapi. Yang penting bagi kita, selalulah mendekatkan diri kepada-Nya dengan cara memaksimalkan ibadah-ibadah yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya.
Baca juga : Dimulai Dengan Niat Yang Luhur
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 23 Juli 2024 dengan judul "Teosofi Haji (43), Belajar Menerima Kenyataan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.