Dark/Light Mode

Akhlak Nabi Terhadap Warga Non-Muslim (10)

Menegakkan HAM Secara Adil

Sabtu, 10 Agustus 2024 05:35 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Pemberian hak-hak sosial ke­pada segenap warga tanpa terkecuali sejalan dengan apa yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an:

Baca juga : Mengizinkan Kebaktian Di (Kompleks) Mesjid

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Al­lah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (Q.S. Al-Mumtahi­nah/60: 8-9).

Baca juga : Memandikan Dan Menshalati Mayat Non-Muslim

Ancaman Allah SWT bagi orang yang melecehkan hak-hak sosial orang-orang non-muslim ialah dianggap orang-orang yang lalim (al-dhalimun). Banyak lagi pengalaman Nabi dan para saha­bat yang memberikan hak-hak sosial dan hak-hak politik terhadap orang-orang non-muslim. Dengan demikian, berbuat baik kepada sesama warga tanpa membedakan agama dan kepercayaan merupakan sunnah Rasul yang harus dipertahankan, khususnya kita sebagai Warga Negara Indonesia.

Baca juga : Memberi Salam Kepada Non-Muslim

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 10 Agustus 2024 dengan judul "Akhlak Nabi Terhadap Warga Non-Muslim (10), Menegakkan HAM Secara Adil"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.