Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Akhlak Nabi Terhadap Warga Non-Muslim (3)
Membantu Pembangunan Rumah Ibadah Non-Muslim
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Suatu hal yang menakjubkan dari Nabi Muhammad SAW ialah menganjurkan untuk membantu pembangunan dan rehabilitasi rumah-rumah ibadah agama lain.
Beberapa keprihatinan yang dilakukan Nabi terhadap keterlantaran rumah-rumah ibadah agama lain, di antaranya ialah anjuran Nabi untuk membantu perbaikan rumah ibadah non-muslim seperti yang tertera dari surat Nabi Muhammad SAW kepada kaum Kristen Najran sebagaimana dikatakan: “Bila mereka membutuhkan bantuan dalam memperbaiki rumah ibadah mereka atau apa saja yang berkaitan dengan urusan agamanya, mereka bisa dibantu dan hal tersebut termasuk pengukuhan bagi mereka yang dapat mendukung maslahah untuk agama mereka. Itu dianggap sebagai komitmen untuk memenuhi janji Nabi yang telah diberikan kepada mereka, dan juga pemberian Allah kepada mereka”.
Baca juga : Membesuk Non-Muslim Yang Sakit
Surat Nabi ini luar biasa. Selain memberikan gambaran kearifan Nabi terhadap umat non-muslim juga secara implisit Nabi tidak pernah merasa terancam dengan kehadiran rumah-rumah agama umat lain. Itulah sebabnya Nabi selalu menginstruksikan agar rumah-rumah ibadah jangan disamakan dengan bangunan-bangunan lain.
Mungkin yang lain dapat dengan mudah dibongkar atau dapat diruntuhkan tetapi rumah ibadah harus hati-hati. Rumah ibadah mewakili suasana batin para pemeluk agama itu dan jika batin yang disinggung, maka itu bentuk penderitaan paling mendalam.
Baca juga : Membuka Pintu Bagi Warga Non-Muslim
Setiapkali prajuritnya menuju ke medan perang selalu Nabi menegaskan untuk tidak melakukan lima hal, yaitu jangan mengganggu kaum perempuan, jangan mengganggu anak-anak dan orang-orang tua bangka, jangan merusak rumah-rumah ibadah, dan jangan merusak pohon dan tanaman penduduk. Larangan-larangan tersebut sungguh sangat manusiawi. Kaum perempuan yang dianggap lemah dan memiliki status sosial yang sering termarginalkan diberikan instruksi pertama untuk tidak mengganggu kaum perempuan di dalam medan jihad. Kaum perempuan sesungguhnya adalah ibu yang melahirkan kita. Boleh jadi itu anak dan saudara kita.
Dengan melakukan pendhaliman dan kekasaran terhadap mereka apa bedanya jika perlakuan itu ditujukan kepada keluarga dekat kita. Sama dengan anak-anak dan orang tua lemah, sangat tidak adil mendekatinya dengan pendekatan militer. Tawanan perang Badar di Madinah tidak dijemur di bawah terik matahari tetapi diikat di masjid sambil diminta mengajarkan keterampilan kepada warga masyarakat Madinah sesuai dengan bakat keterampilan masing-masing.
Baca juga : Memupuk Cinta Sejati Antara Sesama Makhluk
Ujungnya adalah pembebasan dan kemerdekaan bagi mereka yang secara nyata memberikan keuntungan nyata kepada masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.