Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (19)

Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Bahasa Agama

Jumat, 22 November 2024 06:02 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Penyerangan aliran yang dianggap kelompok “sesat” oleh majelis ulama seringkali menjadi target. Di antara berbagai golongan saling mengkafirkan dan saling mengusir, dan bahkan bunuh-bunuhan lantaran dipicu penafsiran sumber ajaran agama. Tentu saja, kenyataan ini sangat disesalkan karena mereka sama-sama berpegang kepada kitab suci yang sama, tetapi mereka saling bermusuhan satu sama lain.

Indonesia yang menghayati motto: Bhinneka Tunggal Ika, seharusnya konflik horizontal tidak perlu terjadi. Meskipun suku, etnik, agama dengan berbagai aliran dan mazhabnya berbeda-beda, tapi persamaan historis sebagai satu bangsa yang pernah mengalami pahit getirnya perjuangan melawan penjajah membuat perbedaan-perbedaan tersebut ibarat sebuah lukisan yang berwarna-warni membuat lukisan itu menjadi lebih indah.

Baca juga : Antara Bahasa Negara Dan Bahasa Agama

Nuansa keindonesiaan ini seharusnya mampu melenturkan kelompok-kelompok etnik dan ajaran agama sebagai di Indonesia. Sudah sekian lama konflik horizontal tidak pernah terjadi di Indonesia dalam masa proto Indonesia. Belakangan, setelah Indonesia bersentuhan dengan nilai-nilai kemasyarakat baru, sebagai pengaruh globalisasi, bangsa Indonesia mulai berkenalan dengan konflik horizontal yang bertema keagamaan.

Kristalisasi nilai-nilai keindonesiaan telah berhasil mengantarkan bangsa ini menjadi satu kesatuan wilayah geografis dan kultural yang kuat, sehingga mampu mengusir kekuatan penjajah.

Baca juga : Negara Dan Aliran Sesat

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Jumat, 22 November 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (19), Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Bahasa Agama"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.