Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (29)

Keberadaan Kepercayaan Slam Sunda Wiwitan

Selasa, 3 Desember 2024 05:45 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Sebagian besar masyarakat Sunda masuk agama Islam dan etnik Baduy tetap mempertahankan kepercayaan lamanya yang dianggap tidak bertentangan dengan Islam. Namun ada juga berpendapat bahwa sejak semula masyarakat Baduy tidak pernah beragama Hindu-Budha dan tidak juga terkait dengan agama Islam, tetapi tetap berpegang kepada kepercayaan nenek moyang mereka yang cenderung animis.

Pendapat lain mengatakan sejak awal kepercayaan SSW bukan agama animis yang cenderung monoteis, tetapi monoteis, yang memuja Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini terbukti dengan istilah yang dugunakan di dalam kepercayaan ini, antara lain Batara Tunggal (Yang Maha Esa), Sanghyang Kersa (Yang Maha Kuasa), Batara Jagat (Penguasa Alam), Batara Seda Niskala (Yang Maha Gaib), Yang Bersemayam di Buana Nyungcung (Buana Atas), dan lain-lain. (Lihat misalnya dalam “Saatnya Baduy Bicara” karya Asep Kurnia & Ahmad Sihabuddin, dan Laporan Penelitian Kementerian Agama dalam “Dinamika Agama Lokal di Indonesia).

Baca juga : Keberadaan Kepercayaan Marapu

Agama SSW masih kuat dipegang oleh masyarakat Baduy, khususnya Baduy Dalam. Masalah yang dihadapi komunitas Baduy yang berkepercayaan SSW seringkali berhadapan sejumlah persoalan hukum, misalnya dalam setiap upacara perkawinan, para penghulu harus hadir tetapi tidak mencatat atau memberi Akta Nikah karena dianggap tidak beragama Islam.

Akibatnya anak-anak mereka sulit mrndapatkan akte kelahiran, dan selanjutnya Kartu Keluarga, dan selanjutnya lagi KTP, dan tentu saja kesulitan mendapatkan Paspor. Dampak ekonominya sulit mengakses perbankan dan lembaga-lembaga formal.

Baca juga : Keberadaan Agama Baha`i Di Indonesia

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Selasa, 3 Desember 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (29), Keberadaan Kepercayaan Slam Sunda Wiwitan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.