Dark/Light Mode

Berlomba-lomba Dalam Kebaikan

Kamis, 19 Desember 2024 06:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam Al-Qur’an, ada sebuah perintah: Fastabiqul khairat (Berlomba-lombalah ke dalam kebajikan/Q.S. Al-Baqarah/2:148). Redaksi yang mirip juga ditemukan dalam Q.S. Al-Maidah/5:2: “Berlomba-lombalah ke dalam urusan kebaikan dan ketakwaan dan jangan berlomba-lomba ke dalam dosa dan permusuhan”.

Kedua ayat ini mengisyaratkan kepada kita bahwa suatu saat akan terjadi krisis yang membuat orang tidak lagi berlomba-lomba terhadap kebaikan tetapi berlomba-lomba bahkan berjamaah kepada keburukan. Ayat-ayat ini sangat relevan untuk diangkat guna menyikapi munculnya selebriti media pekan-pekan terakhir ini. Energi publik seperti tersedot untuk menyaksikan pemberitaan berbagai media menyangkut kasus sejumlah oknum. Institusi pemerintah dan oknum di balik institusi tersebut dibuka secara vulgar bahkan ada yang cenderung masuk ke dalam kategori pornoaksi, pemberitaannya diperdengarkan ke seluruh tanah air tanpa sedikitpun mengalami sensor.

Pemberitaannya pun ditayangkan berulang-ulang yang didengarkan oleh warga bangsa dengan segala jenis umur dan status sosial.

Persaingan yang begitu ketat masing-masing kelompok sedemikian gencar saling menjatuhkan satu sama lain. Bahkan kelompok pihak ketiga yang diminta menangani dan atau mendampingi kasus ini tidak mau kalah vurgar. Tidak ada lagi rahasia.

Baca juga : Memupuk Cinta Sejati Antara Sesama Makhluk

Terjadi atau tidaknya sangkaan dan tuduhan itu di belakang persoalan, yang penting sudah menjadi head line. Sama sekali tidak terfikirkan bahwa di balik pemberitaan vulgar itu ada puluhan anak-isteri dan karib kerabat yang ikut terpukul dengan pemberitaan itu.

Sampai-sampai ada yang stroke, stress, dan gagal ginjal karenanya. Mereka hanya bisa dan bersujud dengan memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT.

Terlepas siapa yang salah dan siapa yang benar, media kita telah berhasil mempertontonkan aib putra-putri terbaik bangsanya sendiri di mata orang lain.

Akibatnya ruang publik kita sudah dipenuhi dengan energi negatif, yang tidak memungkinkan lahirnya kreasi produktif untuk kejayaan anak-anak bangsa masa depan.

Baca juga : Deliberalisasi Untuk Deradikalisasi

Kita sibuk mempertontonkan aib sesama sambil bersorak menyaksikan tersungkurnya orang lain yang di mata Tuhan belum tentu salah. Institusi-institusi pemerintah yang sekian lama dibangun dengan susah payah berangsur-angsur jatuh ke kelas mustadh’afin.

Apa jadinya sebuah bangsa jika institusi pemerintahnya mengalami kelemahan. Siapa lagi yang akan menjadi pelindung warga, siapa lagi yang akan membela kebenaran dan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang bersalah? Ini patut menjadi perhatian kita semua.

Para pihak masing-masing membela diri dengan melibatkan nama Allah sebagai materi sumpah. Tuhanpun diseret-seret ke dalam kasus ini. Bisa dimaklumi jika seseorang hidupnya terpojok lantas berteriak memanggil nama-Nya. Tetapi kita juga menyayangkan nama-nama Tuhan begitu mudah dilibatkan dalam suatu kasus yang sangat rendah.

Sumpah dengan menyebut nama Tuhan seperti wallahi, billahi, atau tallahi, mestinya tidak segampang itu untuk diumbar. Apalagi kalau hanya digunakan untuk menutupi aib yang bersangkutan. Sebaiknya mereka yang terlibat jangan melegitimasi kesalahannya dengan nama-nama Allah, sebab itu hanya akan menambah kepedihan dirinya sendiri. Selain berdosa karena mungkin memang terlibat, tersiksa lagi dengan sumpah palsu atas nama Tuhan.

Baca juga : Iblis Dan Malaikat Penguji Iman

Lain halnya kalau memang betul-betul yang bersangkutan tidak terlibat, lantas berteriak memanggil Tuhan, karena tidak ada lagi nama lain yang bisa mereka panggil selain Tuhan. Hati-hati dengan orang seperti ini sebab menurut hadis Nabi, orang yang teraniaya tidak ada jarak dengan Tuhannya.

Bisa saja musibah dan siksaan Allah turun menimpa semua, baik yang terlibat maupun yang tidak terlibat dengan kasus itu.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Kamis, 19 Desember 2024 dengan judul "Berlomba-lomba Dalam Kebaikan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.